Monthly Archives: June 2019

  • 0

Kemenaker akan Buat Situs Lowongan Kerja Bagi Peserta Program Tokutei Ginou Jepang

Category : Uncategorized


TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI akan membuat situs khusus bagi peserta Tokutei Ginou (TG).

“Perusahaan Jepang yang mencari lowongan bisa posting di situs itu. Lalu tenaga kerja Indonesia langsung melamar (kalau tertarik) lewat situs lowongan kerja (loker) yang dibuat kemenaker Indonesia tersebut,” ujar sumber Tribunnews.com, Kamis (27/6/2019).

Setelah itu kalau cocok dengan kriteria perusahaan, peserta dipanggil untuk menjalani tes (ujian) TG.

“Apabila telah lulus ujian maka berlanjut untuk diperkenalkan ke perusahaan Jepang. Namun mungkin Kemenaker akan melakukan berbagai hal dulu seperti pelatihan dan sebagainya. Kalau semua beres barulah diperkenalkan ke perusahaan Jepang dan kontrak perusahaan dengan tenaga kerja Indonesia tersebut,” kata dia.

Sumber itu sangat berharap dalam proses seleksi tersebut dilakukan dengan bersih dan jujur, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar berkualitas tinggi.

“Kalau sumber daya manusia itu bagus, dia senang, Indonesia senang, Jepang senang, perusahaan pun senang. Positif semua dan terutama citra Indonesia bisa jadi negara paling disukai di Jepang dan akhirnya bisnis kedua negara bahkan akan jauh tambah bagus dengan cepat. Tak usah lagi gembar gembor investasi ke Indonesia tapi pengusaha Jepang pasti akan lari umumnya ke Indonesia karena SDM nya harum di Jepang,” kata dia.

Masih belum dipastikan kapan lembaga yang mengatur lowongan kerja via internet tersebut diperkenalkan Kemenaker Indonesia.

“Pada dasarnya Indonesia dan Jepang siap menerima tenaga TG dari Indonesia,” kata dia.

Meskipun sistem baru TG muncul per 1 April 2019, program Jishu Ginou (JG) yang 3 tahun tetap ada sehingga berjalan seiringan.

Diskusi kerja di Jepang dapat diikuti lewat Facebook Kerja Di Jepang Www.facebook.com/groups/kerjadijepang/


  • 0

Giant Tutup, Karyawan Diberi Opsi Pindah Unit atau Pesangon

Category : Uncategorized


Jakarta, CNN Indonesia — PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menyatakan karyawan yang terdampak atas penutupan sejumlah gerai Giant dapat mengajukan diri ke manajemen untuk bekerja di unit bisnis perusahaan lain.

Direktur Hero Supermarket Hadrianus Trikusumo mengatakan perusahaan telah mengkomunikasikan rencana penutupan beberapa gerai Giant kepada seluruh pegawai. Ia mengklaim manajemen memperlakukan karyawan dengan adil.

“Kami akan selalu memastikan bahwa perubahan dalam bisnis kami selalu mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia,” ucap Hadrianus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/6).

Manajemen juga berkomitmen untuk memberikan peluang yang terbaik bagi staf Giant yang gerainya akan segera ditutup. Hanya saja, Hadrianus tak menjelaskan secara spesifik skema penawaran seperti apa yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan.

“Kami akan berupaya memberikan peluang di masa depan jika memungkinkan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, perusahaan akan menutup enam gerai Giant mulai 28 Juli 2019 mendatang. Toko yang akan ditutup adalah Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Hadrianus menjelaskan kebijakan penutupan gerai diambil karena sedang melakukan transformasi bisnis hingga beberapa waktu ke depan. Namun, ia mengakui pengambilan keputusan itu sebenarnya tak mudah.

“Tetapi, perlu dilakukan guna merespons perilaku konsumen yang berubah dengan cepat,” ucap dia.

Salah satu staf di Giant Mitra 10 Cibubur yang enggan disebutkan namanya mengatakan karyawan diberikan dua pilihan oleh manajemen, yakni pensiun dini dan internal hiring (perekrutan internal). Ia memilih untuk pensiun dini karena tergiur uang pensiun yang dijanjikan pengelola gerai.

Di sisi lain, skema internal hiring dinilainya tak memberikan kepastian. Pasalnya, karyawan harus mengikuti tes seperti melamar pekerjaan di tempat baru lagi.

“Kalau internal hiring nanti dia dites lagi, jadi belum tentu diterima. Kalau tidak diterima, dites lagi, begitu terus. Kalau masih tidak diterima juga nanti ditanya sama manajemen mau ambil uang pesangon saja tidak, begitu,” ungkapnya.


  • 0

Tutup 5 Pabrik di Eropa, Ford Bakal PHK 12.000 Pegawai

Category : Uncategorized


LONDON, KOMPAS.com – Raksasa produsen mobil Ford berencana untuk memangkas 12.000 pekerjaan di seluruh Eropa pada akhir 2020.

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (28/6/2019), hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah perusahaan untuk memangkas biaya dan merestrukturasi bisnis mereka di Eropa. Rencananya, Ford bakal menutup lima pusat produksinya di Eropa pada akhir tahun depan, termasuk pabrik mesin di Bregdend, Wales.

Ford mempekerjakan setidaknya 51.000 orang di Eropa dan, perusahaan pun berharap mereka bisa mengurangi jumlah tenaga kerja dengan pengunduran diri secara sukarela.

Adapun sebenarnya, seluruh sektor industri mobil saat ini tengah berjuang untuk mengatasi permintaan pasar yang sedang lemah, serta tengah berinvestasi besar-besaran untuk pengembangan kendaraan listrik.

Ford mengatakan, dengan penutupan lima pusat produksinya di Eropa, setidaknya 12.000 pekerjaan bakal hilag, dengan 2.000 di antaranya adalah pekerjaan dengan gaji tetap. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 7.000 pemangkasan pekerjaan bergaji tetap oleh Ford di seluruh dunia yang sebelumnya sempat mereka umumkan.

“Berpisah dengan karyawan dan menutup pabrik adalah keputusan tersulit yang kami buat, dan sebagai pengakuan atas dampaknya pada keluarga dan masyarakat, kami memberikan dukungan untuk mengurangi dampaknya, “kata Presiden Ford Eropa Stuart Rowley.

“Kami berterima kasih atas konsultasi yang berkelanjutan dengan dewan kerja kami, mitra serikat pekerja dan perwakilan terpilih,” lanjut dia.

“Bersama-sama, kami bergerak maju dan fokus untuk membangun masa depan jangka panjang yang berkelanjutan untuk bisnis kami di Eropa,” tukas Stuart.


  • 0

Jepang Butuh 345.000 Tenaga Kerja, Siapa Saja yang Bisa Melamar?

Category : Uncategorized


Jakarta – Jepang mengumumkan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 345.150 orang, salah satunya bisa dipenuhi dari Indonesia. Namun apakah semua kalangan boleh ikut melamar?

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN), Ditjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Eva Trisiana mengatakan, pihaknya menetapkan empat kategori pelamar.

Kategori pertama, yang paling diutamakan adalah mereka yang pernah magang di Jepang dan sudah menjadi alumni. Kedua adalah mereka yang sedang mengikuti magang di Jepang, yang mana setelah mereka selesai magang bisa ikut melamar.

“Mereka memang mendapat privilege (keistimewaan), mereka tidak harus mengikuti tes bahasa maupun tes skill atau keterampilan. Itu skema pertama dan kedua ya,” katanya kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Kategori yang ketiga adalah mereka yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di Jepang. Begitu selesai menempuh pendidikan mereka bisa ikut melamar. Kategori ini juga diberlakukan tes bahasa dan keterampilan.

Berikutnya kategori yang terakhir adalah mereka yang belum punya pengalaman bekerja di Jepang. Mereka juga diperbolehkan untuk melamar. Hanya saja mungkin persyaratannya lebih ketat.

“Kemudian yang keempat adalah bagi newcomers, istilahnya yang dari Indonesia, job seeker dari Indonesia. Mereka juga diberlakukan tes,” tambahnya.

Kesempatan kerja ini terbuka setelah pemerintah Indonesia dan Jepang telah meneken kerja sama mengenai ketenagakerjaan. Perjanjian ini berupa kerja sama penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang.

Pemerintah Jepang sendiri membuka peluang kerja pada 14 sektor bagi tenaga kerja asing dengan keterampilan spesifik. Total kuota tenaga kerja yang dibutuhkan Jepang adalah 345.150 orang.


  • 0

Telkom Siapkan SDM Paham Digital

Category : Uncategorized


KOMPAS.com – Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom Group Edi Witjara mengatakan, kemampuan untuk paham digital menyongsong era industri 4.0 merupakan sebuah keniscayaan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Edi menilai peran dan kualitas corporate university perlu ditingkatkan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) siap digital.

Edi mencontohkan strategi Telkom Corporate University (Telkom CorpU) yang kembali menggelar PluggedIn untuk kedua kalinya di Telkom Sportainment, Kawasan Telkom CorpU, Bandung, Rabu (26/6/2019).

“Ini merupakan langkah untuk memastikan proses digitalisasi CorpU demi meningkatkan kompetensi karyawan,” ujar Edi dalam pernyataan tertulis, Jumat (28/6/2019).

Pada saat PluggedIn 2019 berlangsung, Telkom CorpU memamerkan produk pembelajaran yang dinamai Virtual Reality Learning (VIRAL).

Dalam penerapannya, VIRAL dimanfaatkan para teknisi IndiHome untuk belajar melakukan proses instalasi melalui teknologi virtual reality (VR), baik saat di kelas mapun online.

Produk pembelajaran ini pun mendapat sambutan positif. Para peserta pelatihan mengaku menikmati proses pembelajarannya.

Sebagai informasi, PluggedIn merupakan ajang berbagi pengetahuan dan inovasi antar corporate university agar dapat memperbaharui kualitas pembelajaran.

Adapun ajang ini turut diikuti oleh corporate university dari BUMN, regulator, institusi pendidikan, perusahaan swasta, dan beberapa institusi dari luar negeri seperti Malaysia dan Timor Leste.

Dengan proses digitalisasi corporate university dapat berjalan baik, Edi yakin SDM Indonesia akan semakin kompeten di dunia digital agar siap menghadapi tantangan bisnis di industri 4.0.


  • 0

Pengawas Ketenagakerjaan Temukan Enam Pelanggaran di Pabrik Korek Api yang Terbakar

Category : Uncategorized


Tim gabungan pengawas ketenagakerjaan menemukan enam pelangaran ketenagakerjaan di pabrik korek api milik PT Kiat Unggul, yang terbakar pada Jumat lalu.

Tim pusat dan daerah tersebut sudah menyelesaikan investigasi tahap awal di pabrik yang berlokasi Desa Sabirejo, Binjai, Langkat, Sumatera Utara tersebut.

“Enam pelanggaran itu menjadi pijakan pengawas untuk menyelesaikan kasus ketenagakerjaan diperusahaan tersebut. Sikap pengawas jelas, tiap pelangaran harus ditindak,” kata Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, Senin (24/6/2019).

Enam pelanggaran tersebu, pertama, perusahaan tidak memberikan perlindungan kepada pekerja terkait kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan baik mental maupun.

Kedua, didapati perusahaan mempekerjakan pekerja anak atas nama Rina umur 15 tahun. Ketiga, perusahaan belum membuat wajib lapor ketenagakerjaan untuk lokasi kejadian.

Diketahui, pabrik tersebut merupakan cabang dari PT Kiat Unggul yang berada di Jalan Medan-Binjai KM 15,7, Kabupaten Deliserdang.

Perusahaan tidak melaporkan keberadaan cabang perusahaan tersebut kepada Dinas Ketenagakerjaan, sehingga keberadaannya tak tercatat oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara. Perusahaan masuk kategori ilegal.

Keempat, perusahaan membayar upah tenaga kerja lebih rendah dari ketentuan upah minimum Kabupaten Langkat.

Kelima, perusahaan belum mengikut sertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Hanya satu pekerja yang sudah didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan, selebihnya belum,” kata Menaker.

Keenam, lanjut Menaker, perusahaan belum melaksanakan sepenuhnya syarat-syarat Keselamatan Kesehatan Kerja (K3).

Dari olah tempat kejadian perkara, diketahui sumber api berasal dari pintu belakang yang menjadi akses keluar masuk pekerja.

Sedangkan pintu depan terkunci. Sehingga saat terjadi kebakaran para pekerja tak bisa keluar menyelamatkan diri karena tidak ada jalur evakuasi.

Perusahaan juga tidak memiliki alat pemadam kebakaran dan sirkulasi udara yang memenuhi syarat. Pabrik tidak dilengkapi fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), tidak tersedia alat pelindung diri (APD), serta berbagai pelanggaran lain.

Secara terpisah, Pelaksana Harian Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3), Amarudin mengatakan, dari 30 korban meninggal, hanya satu pekerja yang telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan yakni atas nama Gusliana.

Ahli waris akan mendapatkan santunan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 150.411.288.

Sedangkan untuk santunan ahli waris pekerja yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara akan membuat penetapan yang menyatakan para korban sebagai korban kecelakaan kerja, agar ahli waris korban mendapatkan santunan kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebakaran pabrik mengakibatkan 30 orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari 24 pekerja borongan termasuk di dalamnya seorang pekerja anak atas nama Rina (15 tahun), lima anak sebagai pekerja borongan serta seorang adik pekerja yang sedang berkunjung ke pabrik tersebut. Terdapat empat pekerja yang selamat dari insiden tersebut.


  • 0

Kemnaker Gandeng ILO Ajak Pekerja Terapkan K3 di Era Revolusi Industri 4.0

Category : Uncategorized


KOMPAS.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Labour Organization (ILO) terus mengimbau kepada para pekerja untuk selalu menerapkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja.

Terlebih, saat ini dunia tengah masuk pada era revolusi industri 4.0. Era di mana terjadinya perubahan pola kerja, hubungan kerja baru dan risiko kerja baru.

Penerapan K3 sebagai budaya bekerja dan aktivitas kehidupan ini dinilai dapat meminimalisasi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Selain itu, juga bisa mengurangi kerugian-kerugian yang bisa saja timbul.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja (PPK) dan K3 Kemnaker, Sugeng Priyanto saat mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri dalam acara Peluncuran Profil K3 Nasional dan Portal K3 Untuk Kaum Muda di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Sugeng mengatakan, kondisi saat ini harus dijadikan tantangan sekaligus peluang melalui pendekatan-pendekatan baru yang kreatif dan inovatif agar kerja semakin terasa efektif.

“Untuk itu kami sebagai pemerintah wajib menjalankan amanat dalam menyusun Profil K3 Nasional dan Strategi K3 Nasional berdasarkan pada Peraturan Presiden No. 34 Tahun 2014 tentang Pengesahan Konvensi ILO No. 187, 2006 mengenai Kerangka Kerja Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” kata Sugeng.

Selain itu, kata dia, Dewan K3 Nasional (DK3N) juga telah bekerja sama dengan Kantor ILO Jakarta dalam mengembangkan Portal K3 untuk Kaum Muda, yakni OSH Communication Toolboxes.

OSH Communication Toolboxes ini nantinya diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam pembudayaan K3. Oleh karena itu, perlu dipublikasikan secara luas agar dimanfaatkan secara optimal dan dapat dikembangkan lebih baik lagi.

Sebagai pedoman pekerja
Berangkat dari hal itu, Sugeng berhatap agar semua komponen dapat menggunakan Profil K3 Nasional tersebut sebagai pedoman dalam perencanaan, implementasi, evaluasi dan peninjauan ulang pelaksanaan K3 di masing-masing sektor.

Sektor yang dimaksud Sugeng adalah seperti kementerian, lembaga, instansi, asosiasi pengusaha, konfederasi serikat pekerja atau buruh, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan komunitas kaum muda.

Sugeng berharap dengan adanya berbagai pendukung program K3 tersebut, ke depan peran semua pemangku kepentingan semakin optimal, terkoordinasi dan saling bersinergi.

“Dengan penggunaan potensi sumber daya yang ada, kita dapat mengarah kepada tujuan besar pembudayaan K3 secara efektif dan efisien sehingga makin dirasakan manfaatnya oleh semua warga negara,” jelas Sugeng sesuai rilis yang Kompas.com terima, Kamis (27/6/2019).

Di akhir sambutannya, Sugeng pun menyampaikan apresiasi kepada ILO Jakarta dan Timor Leste yang telah mendukung dan memfasilitasi pertemuan ini dengan baik.

“Tak lupa pula kepada seluruh stakeholder yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur ILO Jakarta Michiko Miyamoto menyampaikan tujuan dari Peluncuran Profil K3 Nasional dan Portal K3.

Beberapa di antaranya adalah meningkatkan pengetahuan kaum muda tentang K3, memperkuat keterlibatan para stakeholder untuk memberikan perlindungan bagi kaum muda, dan memperkuat dialog nasional tentang K3 dalam mendukung budaya pencegahan tempat kerja yang lebih kuat.

“Ini merupakan bukti bahwa semua pemangku kepentingan K3 nantinya akan terus dapat meningkatkan kualitas implementasi K3 di Indonesia ,” pungkas Michiko.


  • 0

Rupiah Menguat, Dolar AS Pagi Ini Rp 14.093

Category : Uncategorized


Jakarta – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.093. Rupiah terbilang perkasa bila dibandingkan dengan posisi kemarin.

Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (25/6/2019), dolar AS bergerak cukup volatile. Mata uang Paman Sam ini tercatat menyentuh level tertingginya Rp 14.127 dan terendahnya Rp 14.092.

Pekan lalu, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi pagi ini terjadi akibat derasnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia.

“Alhamdulillah nilai tukar stabil dan kuat, kemarin ditutup di level Rp 14.180, hari ini sempat di bawah Rp 14.100 meski sekarang sudah sedikit di atas Rp 14.100,” kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Dia menjelaskan pasar saat ini sudah menilai persepsi perekonomian Indonesia mulai membaik.

“Selain itu juga karena langkah BI untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” imbuh dia.


  • 0

Sambut Bonus Demografi, Indonesia Dorong Negara G-20 Kerja Sama

Category : Uncategorized


KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M. Hanif Dhakiri mendorong kerja sama negara-negara anggota G-20 untuk menyukseskan bonus demografi.

Dorongan kerja sama tersebut disampaikan Hanif saat dinner meeting Menteri Ketenagakerjaan anggota G-20 di sela-sela sidang ILO di Jenewa, Swiss.

Isu demografi tak hanya terkait penuaan demografi yang dialami sejumlah negara. Isu yang tak kalah pentingnya adalah isu bonus demografi.

“Keduanya adalah siklus demografi yang harus mendapatkan perhatian serius, karena sama-sama berdampak pada masalah ketenagakerjaan, ekonomi, sosial dan lainnya,” kata Hanif Dhakiri dalam pernyataan tertulis, Senin (24/6/2019).

Indonesia sangat berkepentingan menyukseskan bonus demografi yang akan dialami pada tahun 2030 hingga 2045.

Pada periode itu, 70 persen populasi Indonesia merupakan penduduk usia produktif. Bahkan, pada 2045 penduduk Indonesia diprediksi mencapai 321 juta jiwa.

Pada saat yang sama, sebagian anggota G-20 seperti Jepang dan beberapa negara Eropa mengalami penuaan generasi (aging population). Kondisi itu merupakan kebalikan bonus demografi.

Menurut Hanif, bonus demografi yang akan dialami Indonesia menjadi modal pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Syaratnya, imbuh dia, penduduk usia produktif memiliki kompetensi menjadi tenaga kerja produktif dan kompetitif.

Ekonomi Indonesia nomor empat di dunia

Beberapa lembaga dunia yang kredibel seperti Mckinsey Global Institut memprediksi, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi keempat dunia, bila bonus demografi sukses.


Menteri Hanif juga mendorong negara-negara anggota G-20 yang telah sukses melewati bonus demografi seperti China, Korea, dan India untuk berbagi pengalaman dan bekerja sama yang saling menguntungkan.

Sebaliknya, Indonesia siap bekerja sama dengan negara yang mengalami penuaan populasi.

Salah satu bentuk kerja sama itu adalah dengan menempatkan tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kekosongan tenaga kerja produktif setempat.

Tenaga kerja yang akan ditempatkan di antaranya perawat dan caregiver ,untuk menangani manusia usia lanjut di negara-negara yang mengalami penuaan populasi.

“Penanganan bonus demografi harus menjadi bagian penting dari pencarian solusi di antara negara-negara anggota G-20. Tidak ada satu resep untuk selesaikan semua masalah. Di sinilah pentingnya kerja sama,” kata dia dalam pertemuan yang dimoderatori Dirjen ILO Guy Ryder tersebut.

Adapun pola kerja sama yang dimaksud di antaranya pengembangan keterampilan pekerja (skill development) dan pengakuan keterampilan (skill recognition).

Selain itu, kerja sama dapat berupa program pemagangan dan youth network, keterbukaan pasar kerja, pemetaan bentuk pekerjaan di masa mendatang (future of work), dan perlindungan jaminan sosial pekerja.

“Seluruh anggota G-20 harus saling support serta memiliki komitmen yang sama terkait masalah tersebut,” ujar dia.

Jokowi dan tenaga kerja Indonesia

Menaker juga menegaskan, Presiden Jokowi serius dalam meningkatkan kompetensi pekerja dengan berbagai skema pendidikan dan pelatihan vokasi.

Pemerintah juga memberi kesempatan luas bagi kaum muda untuk bekerja dengan menyediakan berbagai fasilitas, menciptakan ekosistem usaha yang nyaman bagi pelaku ekonomi digital, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia digital.

Bahkan, Presiden Jokowi memastikan seluruh pekerja dan pekerja migran terlindungi jaminan sosial.

Hari ini, Menteri Hanif mengikuti working group meeting G-20 di Jenewa yang membahas isu ketenagakerjaan.

Sementara itu, pertemuan tingkat Menteri Ketenagakerjaan G-20 akan dihelat di Jepang pada September 2019.


  • 0

Hadapi Industri 4.0, Ini yang Harus Disiapkan Indonesia

Category : Uncategorized


DEPOK, KOMPAS.com – Bangsa yang bisa survive adalah bangsa yang bisa solid secara internal (dalam negeri), dan mampu beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan dunia global saat ini.

Hal itu disampaikan Guru Besar Psikologi Politik Hukum UI Hamdi Muluk dalam diskusi Forum Kebangsaan UI dengan tema NKRI Sebagai Basis Kesatuan Ekonomi dalam Menghadapi Ketidakpastian Global di Depok, Senin (24/06/2019).

“Lebih khusus lagi, titik fokus adalah pada pemetaan pola pikir dan pola sikap manusia Indonesia (SDM) untuk sanggup bersaing di era revoluai industri 4.0,” tutur Hamdi Muluk.

Menurut dia, secara keseluruhan untuk maju diperlukan modal ekonomi, modal institusional, sosial, budaya, dan psikologis.

“Tanpa mengesampingkan modal ekonomi, institusi, maka tampaknya tindakan terencana untuk memperkuat basis modal sosial, modal budaya, dan modal psikologis dalam sebuah desain yang luas semacam “Neo – Revolusi mental” adalah proyek strategis Indonesia paling tidak untuk 20-30 tahun ke depan,” kata dia.

Untuk ini, dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 diperlukan manusia Indonesia yang punya etos integritas, kerja keras, dan semangat nasionalisme.

Di tempat yang sama, Wakil Presiden Indonesia ke-6, Try Sutrisno menyampaikan bahwa walaupun zaman selalu berubah, yang terpenting sebagai orang Indonesia harus tetap berpegang pada Pancasila.

“Ya kalau bangsa itu jati dirinya, dari ekonomi kita aja ekonomi Indonesia, Indonesia kan ada Pancasila-nya. Dengan Pancasila itu ada pemerataan, kesejahteraan, gotong royong,” ujar Try Sutrisno.

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu takut dengan perkembangan zaman saat ini, melainkan tetap terus berpegang pada ideologi Pancasila itu sendiri. Orang indonesia harus memiliki kepribadian.