Monthly Archives: July 2019

  • 0

Waspada! Gelombang PHK di Akhir Periode Pertama Jokowi

Category : Uncategorized


Jakarta – Isu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mewarnai tahun terakhir periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebut saja, isu yang ramai belakangan ialah PHK dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Nissan.

Krakatau Steel diisukan melakukan PHK pada 1.300 karyawan. Hal itu kemudian membuat pihak manajemen buka suara.

Manajamen menyatakan tengah melakukan restrukturisasi. Hal itu memperbaiki kinerja perusahaan terus merugi. Restrukturisasi dilakukan dengan tidak memperpanjang kontrak pegawai alih daya (outsourcing). Namun perusahaan menepis melakukan PHK.

Lalu, perusahaan otomotif Nissan berencana memangkas 12.500 karyawan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, Nissan mau mengurangi 830 karyawan.


  • 0

Perusahaan Perakit iPhone Asal Taiwan Buka Pabrik di Batam

Category : Uncategorized


JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan perakit ponsel iPhone, PT Pegatron telah membuka pabriknya di Batam.

Perusahaan asal Taiwan itu membangun pabrik di Batam dan mengucurkan dana investasi sebesar 40 juta dollar AS.

“Kita juga sudah melihat salah satu supplier utamanya Apple, yaitu Pegatron mulai beroperasi di Batam, investasi sebesar 40 juta dollar AS,” ujar Kepala BKPM Thomas Lembong di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurut Thomas, perusahaan asal Taiwan itu mulanya memiliki pabrik di China. Untuk meminimalisir dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China, perusahaan tersebut merelokasi pabriknya.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari tarif tinggi saat produk diekspor ke Amerikat Serikat.

Menurut Thomas, hal tersebut menjadi berkah tersendiri bagi Indonesia. Dengan berdirinya pabrik Pegatron di Batam, perusahaan itu bisa mengekspor barang senilai 1 miliar dollar AS per tahunnya.

“Kira-kira (baru bisa mengekspor pada) 2021-2022. Ini kan butuh waktu, mulai beroperasi pelan-pelan, diperkirakan mencapai 1 miliar dollar AS per tahun, eskpor pertahun untuk Pegatron,” kata Thomas


  • 0

Buruh Epson Geruduk Disnaker, Tuntut Mediator Bertindak Tegas

Category : Uncategorized


PojokBekasi.com – Kejelasan status nasib pekerja kontrak PT Indonesia Epson Industry (IEI) masih tanda tanya. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi didesak untuk bertindak cepat untuk memikirkan nasib para pekerja perusahaan yang memproduksi perangkat elektronik diduga adanya kesalahan perjanjian kontrak.

Pekerja Epson berharap kinerja Disnaker Kabupaten Bekasi tidak seperti Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat yang terkesan takut menindak dugaan pelanggaran perusahan ternama itu.

Ratusan buruh Epson pun mengguruduk kantor Disnaker Kabupaten Bekasi Selasa (30/7/2019). Mereka menuntut perubahan status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap.

“Kami berharap Mediator memberikan anjuran terhadap permasalah ini lebih objektif, jangan seperti pengawas yang mempunyai dalih macam-macam sehingga kami meminta pemeriksaan ulang dengan memberikan bukti pelanggaran,” kata Ketua PUK FSPMI Abdul Bais.

Disnaker harus bertindak cepat sesuai UU No 2 Tahun 2004 bisa diselesaikan dalam waktu 30 hari kerja.

“Banyak kasus-kasus perselisihan yang sedang ditangani anjurannya sudah 2 bulan belum selesai dan kalau dihitung dari munculnya permasalahan bisa memakan waktu 4 bulan lebih, ini waktu yang cukup lama dalam,”paparnya.

Ratusan buruh itu, kata Bais untuk mengingatkan mediator bahwa permasalahan yang terjadi saat ini dialami oleh para pekerja kontrak dengan waktu kontrak pendek yang hanya diperpanjang kontrak kerjanya selama 6 bulan

“Dan sebelumnya juga kita sudah melaporkan atau memperselisihkan waktu perpanjangan kontrak kurang dari 6 bulan yang realitanya diperpanjang kontrak hanya satu bulan, inilah yang menjadi kekecewaan kami,” paparnya.

Buruh Epson pun sudah berkirim surat sejak tanggal 15 juli 2019 no surat 266.FSPMI.EE.IEI.07.2019 dengan lampiran Risalah bipartit tidak sepakat sebanyak tuga kali tetapi yang didapat hanya pemanggilan klarifikasi pada tanggal 31 Juli 2019.

“Artinya bukti-bukti yang kami lampirkan menjadi sia-sia. Kami juga berharap Mediator memperhatikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, ada kebiasaan buruk yang dilakukan perwakilan pengusaha yang sebenarnya selama ini sering diabaikan yaitu tidak membawa kronologis permasalahan yang diminta Mediator saat proses Mediasi.

“Kami dari PUK FSPMI PT Epson sudah cape mengingatkan by e-mail berkali-kali agar perwakilan pengusaha segera memberikan kronologis permasalahan dan mediator hanya bilang dari pihak pengusaha belum memberikan kronologis,” sambungnya.

Sebelumnya, alotnya permasalah pekerja Epson diduga lantaran adanya mantan aktifis buruh FSPMI yang bekerja di Departemen HRD PT Epson.

“Kami Buruh Epson akan tetap semangat mengawal kasus PKWT ini baik melalui Pengawas Ketenakerjaan atau Perselisihan dengan Gugatan PHI mempertimbangkan adanya Hak kita untuk mendapatkan Nota Pemeriksaan Khusus berdasarkan Permenaker 33 tahun 2016,” paparnya.

Epson juga diduga melanggar Perda Kabupaten Bekasi Nomor 4 Tahun 2016 Pasal 44 Ayat 6 yang mengatur tentang engusaha diwajibkan mempekerjakan karyawan tetap atau PKWTT. Namun faktanya, jumlah karyawan kontrak atau PKWT lebih banyak dibandingkan PKWTT bahkan mencapai 75 persen pekerja Epson merupakan pekerja kontrak.

Mediator Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suwato, mengatakan pihaknya akan melakukan mediasi pada Rabu (31/7/2019).

“Besok kita mediasi. Jam 11,” singkatnya sambil berlalu.


  • 0

BKPM Catat Investasi Kuartal II-2019 Serap 255.314 Tenaga Kerja

Category : Uncategorized


Merdeka.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal II-2019 mencapai Rp200,5 triliun, naik 13,7 persen dibandingkan tahun lalu. Naiknya realisasi investasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan II tahun 2019 mencapai 255.314 orang yang terdiri dari 141.153 orang di proyek PMDN dan sebanyak 114.161 orang di proyek PMA.

Dia menjelaskan, total investasi yang masuk pada kuartal II-2019 terdiri dari PMDN sebesar Rp95,6 triliun atau naik 18,6 persen. Sementara investasi PMA yang masuk pada kuartal II sebesar Rp104,9 triliun atau naik 9,6 persen.

“Dari total investasi pada kuartal II 2019 menyumbang 25,3 persen terhadap target 2019 sebesar Rp792 triliun,” jelas Farah, di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/7).

Sementara untuk realisasi investasi semester I-2019 mencapai Rp395,6 triliun. Angka ini naik 9,4 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp361,6 triliun.

Realisasi investasi pada semester I 2019 tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp182,8 triliun dan realisasi PMA sebesar Rp212,8 triliun. Masing-masing naik 16,4 persen dan 4,0 persen.

Berdasarkan daerah, realisasi investasi di semester I-2019 paling besar terjadi di pulau Jawa dengan investasi mencapai Rp218,1 triliun atau naik 5,8 persen. Sementara luar pulau Jawa, lanjut dia, realisasi investasi mencapai Rp177,5 triliun. Realisasi tersebut meningkat 14,2 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Jika menilik dari sisi lokasi proyek, maka Jawa Barat masih jadi yang tertinggi dengan Rp68,7 triliun atau naik 17,4 persen. Kemudian DKI Jakarta dengan Rp54,5 triliun atau naik 13,8 persen.

Selanjutnya ada Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing sebesar Rp36,2 dan Rp32 triliun. Lalu Banten dengan realisasi investasi Rp24,6 triliun atau naik 6,2 persen.


  • 0

Waspada! Industri Otomotif Terguncang Picu Gelombang PHK

Category : Uncategorized


Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan saat ini industri otomotif secara global sedang terguncang. Hal tersebut berimbas terhadap pengurangan karyawan di perusahaan otomotif.

“Secara global, industri otomotif lagi menghadapi guncangan luar biasa,” kata Lembong dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (30/7/2019).

Dia menjelaskan, beberapa industri otomotif raksasa bahkan sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.

“Tiap bulan ada pengumuman misal Nissan pengumuman PHK lebih dari 12 ribu di seluruh dunia. Sebulan sebelumnya Ford mengumumkan PHK karyawan di Eropa,” sebutnya.

Lembong menjelaskan, saat ini industri otomotif memang sedang mengalami penurunan penjualan. Bahkan sejak tahun lalu, di China penjualan mobil mulai merosot dibandingkan tahun sebelumnya

“Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Jadi secara siklus ekonomi dan industri otomotif ini sedang dalam proses down term, turun bukan naik. Mengalami deselerasi bukan akselerasi,” jelasnya.

industri otomotif, lanjut dia sedang diguncang oleh tiga revolusi teknologi. Pertama adalah munculnya angkutan online seperti Go-Jek hingga Grab. Itu dianggap banyak mengurangi kebutuhan orang terhadap kendaraan pribadi.

Faktor kedua adalah kewajiban regulator untuk mendorong kendaraan bermotor listrik. Ini terutama terjadi di Eropa dan Amerika, dan industri otomotif dibebani dengan biaya puluhan miliar dolar yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan pabrik-pabriknya untuk memproduksi mobil listrik.

“Itu yang menyebabkan PHK puluhan ribu bahkan ratusan ribu karyawan oleh perusahaan otomotif utama termasuk Nissan dan Ford,” ujarnya.

Faktor ketiga yang bikin industri otomotif terguncang adalah revolusi kendaraan tanpa pengemudi alias kendaraan otonom. Ini juga sebuah tekanan bagi industri otomotif untuk bisa bertahan, bersaing dan mengembangkan teknologi otonom.

“Itu sudah jadi ekspektasi konsumen dan itu juga perusahaan otomotif seperti Hyundai, Nissan, Ford mesti mengeluarkan biaya puluhan miliar dolar untuk kembangkan teknologi otonom,” tambahnya.


  • 0

Uber PHK Sepertiga Karyawan Pemasarannya

Category : Uncategorized


NEW YORK, KOMPAS.com – Perusahaan transportasi on-demand Amerika Serikat, Uber, melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) kira-kira sepertiga dari staf pemasaran globalnya.

Seperti dikutip dari CNN, Uber pun mengonfirmasi pada Senin (29/7/2019) waktu setempat, sekitar 400 dari 1.200 staf pemasarannya sebagai bagian dari proses restrukturisasi dari departemen tersebut.

Dalam sebuah email yang dikirimkan CEO Uber Dara Khosrowshahi kepada para stafnya, dia menuliskan bahwa pemangkasan jumlah pekerja tersebut bukan karena staf tersebut menjadi tak lagi penting bagi Uber.

“Kami tidak melakukan perubahan ini lantaran tim marketing telah menjadi tak penting bagi Uber. Yang benar justru sebaliknya: kami melakukan perubahan karena menunjukkan kekuatan, kesatuan dan visi yang dinamis kepada dunia tidak pernah lebih penting sebelumnya,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan oleh The New York Times bahwa perusahaan tengah menghadapi tekanan untuk merapikan kondisi keuangannya paska seretnya masa-masa setelah Uber melantai di Wall Street pada Mei lalu.

Uber mencatatkan sejarah kerugian di pasar saham Amerika Serikat tersebut. Catatan pendapatan mereka pun justru melambat paska melantai di bursa.

Uber tercatat telah kehilangan 1,01 miliar dollar AS pada tiga bulan awal tahun ini. Pendapatan dari jasa transportasinya pun hanya tumbuh 9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun pekan depan, Uber bakal mengumumkan laporan keuangan kuartal keduanya.

“Ada pengertian umum bahwa sementara kita tumbuh cepat, kita telah melambat,” kata Khosrowshahi dalam email itu.

PHK hanyalah satu dari banyak gejolak di dalam Uber dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah menjadi perusahaan terbuka.

Pada awal Juni, Khosrowshahi mengumumkan bahwa dua eksekutif puncak meninggalkan perusahaan, termasuk kepala pemasaran Rebecca Messina. Messina baru bertugas selama sembilan bulan, tetapi Khosrowshahi mengatakan kepergiannya sebagai tanggapan atas keputusan untuk menggabungkan tim pemasaran, komunikasi, dan kebijakannya. Jill Hazelbaker, yang telah berada di perusahaan itu sejak 2015 lah yang akan memimpin tim baru tersebut.

Menurut juru bicara Uber, Hazelbaker dan Khosrowshahi mengumumkan struktur tim pemasaran baru untuk staf pada hari Senin. Perubahan dimaksudkan untuk merampingkan struktur perusahaan baik dari segi audiens, produk, dan wilayahnya.

“Jumlah tim kami terlalu besar, menciptakan pekerjaan yang tumpang tindih, membuat pemilik keputusan tidak jelas, dan dapat menyebabkan hasil yang biasa saja. Sebagai sebuah perusahaan kita dapat melakukan lebih banyak untuk menjaga standar, dan mengharapkan lebih banyak dari diri kita sendiri serta satu sama lain,” ujar Khosrowshahi.


  • 0

Upah Minimum Jabar Disebut Dilematis, 130 Ribu Buruh Terancam Dirumahkan

Category : Uncategorized


BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, M. Ade Afriandi mengatakan, kenaikan Upah Minimun Kabupaten/Kota yang terjadi di Jawa Barat sepanjang 2015-2018 menjadi salah satu penyebab turunnya kinerja eksportir manufaktur di Jabar.

Bila dirata-ratakan, besaran upah tersebut dipastikan naik tiap tahunnya hingga mencapai 5%.

Meskipun tingkat Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat termasuk salah satu peringkat terendah nasional, yakni sebesar Rp1,668,372, namun, ada kesenjangan yang sangat besar antara besaran UMK terendah dengan UMK tertinggi, yang mencapai 250%.

Hal tersebut, kerap membuat investor enggan menanamkan modalnya di Jawa Barat.

“Data Apindo dan Disnakertrans Jabar mencatat setidaknya sepanjang tiga tahun ke belakang, terdapat 21 pabrik relokasi keluar Jawa Barat, sementara 143 pabrik lainnya ditutup,” ungkapnya dalam dialog masalah pengupahan di Jabar bersama Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKST) Jabar di Gedung Sate Bandung, Senin (29/7/2019).

Adapun ke-164 pabrik tersebut, Ade mengatakan, tergolong ke dalam jenis pabrik besar dengan komposisi jenis industri 48% garmen, 21% produk tekstil lainnya, dan 31% sisanya adalah pabrik manufaktur lainnya. Tutupnya pabrik garmen dan produk tekstil yang merupakan jenis industri padat karya dinilai berdampak besar pada peningkatan angka PHK di kalangan pekerja.

“Apabila kita rata-ratakan setiap pabrik mempekerjakan 1.500 pekerja, maka relokasi dan penutupan pabrik ini berdampak terhadap pemutusan hubungan kerja setidaknya terhadap 170 ribu pekerja di sektor garmen dan produk tekstil,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Ade mengatakan dalam tiga tahun ke belakang, relokasi dan penutupan perusahaan padat karya tertinggi terjadi di Kabupaten Karawang dan Bekasi. Kedua daerah tersebut, terutama Kabupaten Karawang, memiliki besaran UMK tertinggi tak hanya di Jabar, tetapi juga di Indonesia yakni Rp4,23 juta.

“Inilah yang saya maksud dengan dilematika upah minimum di Jawa Barat. Di satu sisi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, di sisi lain telah mengancam eksistensi industri, terutama industri manufaktur padat karya,” jelasnya.

Saat ini, Ade memaparkan kondisi serupa juga tengah mengancam sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Bogor, Subang, Purwakarta, Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Di Kabupaten Bogor, jumlah pabrik yang terancam tutup atau relokasi mencapai 54 pabrik dengan 64 ribu pekerja. Sementara di Subang terdapat 31 pabrik garmen, dimana 5 di antaranya telah tutup awal tahun 2019 dan berdampak pada 70 ribu pekerja.

“Tanpa kehatian-hatian pemerintah dalam mengambil kebijakan, maka setidaknya 130 ribuan pekerja dapat kehilangan pekerjaannya dalam waktu dekat, hanya dari dua kabupaten saja,” pungkasnya.

Untuk itu, pihaknya saat ini tengah menggencarkan sejumlah program yang menghasilkan sertifikasi keterampilan untuk memperbesar penyerapan tenaga kerja, selain juga membangun dialog antara Pemprov Jabar, pihak penguasaha dan juga perwakilan serikat pekerja untuk merumuskan jalan tengah soal sistem pengupahan.


  • 0

Deretan Industri yang Berpotensi Sumbang Gelombang PHK Lagi di RI

Category : Uncategorized


Jakarta – Beberapa sektor industri rawan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di tahun ini. Sektor tersebut merupakan manufaktur yang terdiri dari industri baja, semen, elektronik, dan otomotif.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, dalam hitungan kasar potensi tenaga kerja yang kena PHK mencapai 10.000 tenaga kerja.

“10.000 lah kurang lebih dalam kurun waktu 4 bulan terakhir. Ada yang sudah terjadi, ada yang proses negosiasi PHK, ada dalam ancaman PHK,” katanya kepada detikFinance, Selasa (30/7/2019).

Dia menjelaskan, untuk industri baja terpukul karena masuknya baja murah dari China. Hal itu menggerus kinerja industri baja dalam negeri termasuk yang ramai diberitakan belakangan ini PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sehingga, mau tak mau terjadi pengurangan tenaga kerja.

“Sebelumnya saya sudah ngomong, ancaman PHK sudah setahun yang lalu Krakatau Steel karena informasi dari para perkerja subkon (sub kontraktor) memang bukan pekerja Krakatau Steel sudah banyak dirumahkan, shift dikurangi, gejala-gejala itu sudah tampak setahun lalu,” katanya.

“Faktor yang utama di industri baja dari tahun lalu kami sudah ingatkan pemerintah, masuknya baja-baja dari China murah. Saya ambil contoh di Pulogadung ada 7 perusahaan baja baru walaupun kecil-kecil tapi memukul industri baja dalam negeri termasuk Krakatau Steel, mungkin juga faktor tidak efisien Krakatau Steel,” paparnya.

Begitu juga dengan industri semen. Industri semen terpukul karena masuknya perusahaan asing terutama dari China yang bisa menjual dengan harga lebih murah.

Selanjutnya, ancaman PHK datang dari industri elektronik terutama dari Batam. Lantaran, industri ini kalah saing dengan negara-negara tetangga.

“Industri elektronik di Batam Panasonic mulai mengurangi buruh-buruhnya, Unisem ribuan buruh, mau ditutup pabriknya. Kalah bersaing kawasan ekonomi khusus di Johor dan industri di Filipina yang mau berkembang, Vietnam. Harusnya Batam juga didesain kawasan ekonomi khusus yang mengimbangi Johor dan Singapura,” ujarnya.

Lalu, ancaman PHK datang dari industri otomotif. Terlebih, setelah Nissan mengumumkan pengurangan tenaga kerja. Dari informasi yang masuk ke KSPI, saat ini masih berlangsung proses negosiasi. Said mengaku belum mendapat angka pasti berapa yang akan di PHK.

Said pun memaparkan, potensi PHK dari industri baja sekitar 3.000-5.000 tenaga kerja, semen 1.000-2.000 tenaga kerja, otomotif terutama dari Nissan 500-1.000 tenaga kerja, dan elektronik dari Batam sekitar 2.000 tenaga kerja. Hitungan kasar semuanya sekitar 10.000 terancam PHK.

“Industri elektronik Unisem 1.200 orang satu pabriknya, ada dua pabrik elektronik di Batam itu mungkin total 2.000. Kalau lihat kasat mata secara kasat mata global hampir lebih 10.000 orang kehilangan pekerjaan atau PHK,”tutupnya.


  • 0

Rupiah Loyo, Dolar AS Kini Balik ke Rp 14.000

Category : Uncategorized


Jakarta – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menguat pagi ini. Nilai tukar mata uang Paman Sam tersebut dihargai Rp 14.008.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (29/7/2019). Nilai Rp 14.008 tercatat lebih tinggi dibanding posisi penutupan perdagangan Jumat (26/7) lalu yang ada di level Rp 13.975.

Pergerakan dolar AS dalam sepekan terakhir sendiri tercatat stabil di level Rp 13.900-an hingga Rp 14.000. Dolar AS hari ini tercatat bergerak dari level Rp 14.000-14.011, dengan penguatan 0,06%.

Dari data RTI, mata uang Paman Sam pagi ini tercatat menguat terhadap beberapa mata uang negara utama dunia. Dolar New Zealand, poundsterling, dan rupiah jadi mata uang yang ditekan paling dalam pagi ini. Sementara yen Jepang, peso Filipina, dan franc Swiss sebaliknya menekan mata uang Paman Sam paling kuat pagi ini.

Nasib sama juga dialami rupiah pagi ini. Pagi ini, mata uang Garuda tercatat menguat terhadap ringgit Malaysia, baht Thailand, dan rupee India. Sementara yen Jepang, franc Swiss, dan euro menekan rupiah pagi ini.


  • 0

Sosial Media Training

Category : Uncategorized


Kantor ILO Jakarta menyelenggarakan Sosial Media training pada tanggal 29 Juli 2019 bertempat di ILO Conference Room yang dihadiri oleh peserta perwakilan dari Serikat Pekerja / Serikat Buruh (KSPSI/CAITU, KSPSI Rekonsiliasi, KSPI, KSBSI, KSPN & KSARBUMUSI).