Cegah Praktik Rentenir, Kemnaker Bentuk 4 Koperasi TKI di Jatim

  • 0

Cegah Praktik Rentenir, Kemnaker Bentuk 4 Koperasi TKI di Jatim

Category : Uncategorized


Banyuwangi – Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan Eva Trisiana meresmikan pembentukan empat koperasi pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Empat koperasi PMI yang diresmikan adalah Koperasi Margo Makmur, Koperasi Perhimpunan Tenaga Kerja Indonesia (PERTAKINA) Kabupaten Blitar, Koperasi Pekerja Migran Indonesia Rumah Migran Berkarya Kediri, dan Koperasi Rumah Migran Berkarya Jenggirat Tangi Kabupaten Banyuwangi.

“Pembentukan koperasi PMI akan memberi manfaat optimal bagi calon PMI, PMI, maupun PMI purna beserta keluarganya. Keberadaannya juga diharapkan dapat memutus rantai calo dan rentenir serta membebaskan para PMI dari risiko jeratan rentenir,” kata Eva dalam keterangannya, Rabu (24/7/2019).

Dikatakan Eva, selama ini calon PMI terkadang kesulitan mendapatkan akses permodalan, termasuk ketika membutuhkan pembiayaan untuk berangkat bekerja ke luar negeri.

Oleh karena itu, pembentukan koperasi PMI salah satu manfaatnya adalah menjawab persoalan PMI dan keluarganya dalam aspek keuangan, sehingga mereka tidak terjerat calo dan rentenir.

“Koperasi PMI ini dari kita dan untuk kita. Dengan adanya koperasi PMI ini, para calon PMI, PMI dan PMI purna diharapkan mendapat pinjaman dengan bunga ringan, yang nantinya bisa mendorong usaha-usaha produktif,” kata Eva.

Koperasi PMI ini sejalan dengan pilar keempat program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang diinisiasi oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri. Pilar keempat itu adalah penguatan usaha produktif untuk jangka panjang dalam bentuk koperasi usaha.

“Koperasi PMI yang kuat bisa jadi fasilitator pengembangan usaha produktif di masyarakat ataupun kepentingan lain, seperti tabungan dan investasi,” ungkapnya.

Pemerintah terus mendukung usaha-usaha pembukaan kesempatan usaha melalui program koperasi PMI, khususnya di kantong-kantong PMI. Koperasi ini juga bisa memberdayakan PMI, sehingga bisa langsung bekerja saat mereka pulang.

“Dengan begitu, saat mereka pulang ke kampung halaman, tidak memulai dari nol, tapi sudah jalan usahanya,” jelasnya.

Selain meresmikan koperasi PMI, dalam kesempatan itu ada pameran hasil usaha PMI purna penempatan yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“Pameran ini baik sebagai upaya untuk melaksanakan konsep kemandirian pekerja migran Indonesia pada tahap pencapaian produktivitas karena pekerja migran Indonesia purna penempatan setelah bekerja di luar negeri telah memiliki kompetensi dan pengalaman bekerja sesuai kompetensi jabatan pekerjaan yang dimilikinya,” pungkasnya.


Leave a Reply