Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp14.360 per USD

  • 0

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp14.360 per USD

Category : Uncategorized


Merdeka.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka menguat di perdagangan hari ini, Selasa (28/5). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp14.360 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.391 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak sedikit melemah usai pembukaan. Tercatat, nilai tukar saat ini berada di level Rp14.380 per USD.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebutkan penguatan nilai tukar tersebut sudah dimulai sejak hari kemarin atau sesudah demo 22 Mei. Pada hari tersebut Rupiah tercatat menguat 0,45 persen.

“Hari ini Alhamdulillah nilai tukar menguat, kemarin itu Rupiah mengalami penguatan ditutup kemarin Rp14.455-14.465 atau menguat Rp65 kemarin yaitu 0,45 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya Rp14.520,” kata Perry saat ditemui di Masjid BI, Jakarta, Jumat (24/5).

Perry mengatakan, Rupiah terus melanjutkan penguatannya pada hari ini dengan pergerakan yang cukup stabil di pasar.

“Alhamdulillah Rupiah dalam 3 hari terakhir itu mengalami penguatan dan cenderung stabil itu menunjukkan bahwa pasar pasar uang pasar valas (valuta asing) itu bergerak normal ya, berjalan normal,” ujarnya.

Selain itu, dia menyebutkan kepercayaan para investor terhadap kondisi pasar di Indonesia masih cukup tinggi. ” Confident asing itu dan para pelaku usaha itu membaik, kami juga pantau dan sekaligus terima kasih para pengusaha khususnya eksportir dan kawan perbankan juga aktif di dalam pasar valas sehingga itu mendukung pergerakan nilai tukar yang stabil dan mengalami penguatan,” ujarnya.

Dia menegaskan, BI akan terus berada di pasar untuk menjaga dan melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai fundamental.

“BI pastikan akan terus berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah stabilisasi sesuai fundamental, apabila diperlukan baik melalui intervensi di valas maupun pembelian SBN dari pasar sekunder,” tutupnya. [idr]


Leave a Reply