0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Jakarta – Kementerian Keuangan sore ini banyak menerima tamu dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, pengamat, hingga analis.

Berdasarkan undangan yang diterima detikFinance, kedatangan para pengusaha, pengamat, hingga analis ini dalam rangka desiminasi informasi dan dialog mengenai realisasi APBN 2018, outlook ekonomi, dan APBN 2019, serta perkembangan makroekonomi dan kebijakan fiskal terkini.

Acara analyst meeting ini diagendakan pada pukul 16.00 WIB di ruang Mezanine, Gedung Djuanda I lantai 2 Jalan Wahidin Raya Nomor 1, Jakarta Pusat.

“Iya saya datang, acara mulai jam 4 sore, terkait realisasi APBN 2018 dan RAPBN 2019,” kata ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Dia mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta jajaran eselon I Kementerian Keuangan ini pun berpotensi membahas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan ini melemah.

Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Alasan Pemerintah Setop Impor 500 Komoditas

“Sepertinya akan dibahas juga,” ungkap dia.

Berdasarkan salinan daftar undangan yang diterima, lebih dari 40 orang termasuk pengusaha, pengamat, dan analis yang diundang oleh Sri Mulyani, bahkan ada juga dari Bank Indonesia (BI) seperti Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara dan Deputi Gubernur BI Dody Waluyo.

Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Heru Kristiyana, Hoesen, dan Riswinandi, sedangkan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan dan Destry Damayanti.

Acara analyst meeting juga mengundang Frederico Gli Sandar dari World Bank, John Nelmes dari IMF, Winfried F Wicklean dari ADB. Adapun, pengusaha yang diundang adalah Suryadi Sasmita yang merupakan Wakil Ketua Apindo, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By kspsi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.