Rupiah Ditutup Menguat Signifikan ke Rp 13.680 Per Dollar AS

  • 0

Rupiah Ditutup Menguat Signifikan ke Rp 13.680 Per Dollar AS

Category : Uncategorized


JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot pada Senin (14/1/2020) kembali mengalami penguatan yang signifikan. Mengutip data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp 13.680 per dollar AS. Rupiah menguat 92 poin atau 0,66 persen dibanding penutupan Jumat Rp 13.772 per dollar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim menyebut penguatan rupiah sore ini terdorong sentimen berakhirnya perang dagang AS dan China, pada Rabu 15 Januari 2020 mendatang.

“AS dan China rencananya akan menandatangani kesepakatan dagang fase satu dimana seluruh dunia menanti hal tersebut. Perang dagang sejak pertengahan 2018 akhirnya selesai, atau risiko tereskalasi mengecil,” kata Ibrahim.

Ibrahim menyebut, dalam kesepakatan dagang fase satu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bea masuk sebesar 15 persen terhadap produk impor asal China senilai 120 miliar dollar AS nantinya akan dipangkas menjadi 7,5 persen saja.

Ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang tahap pertama antara AS dan China. Sementara dari pihak China, Trump menyebut China akan membeli produk pertanian asal AS yang jika ditotal akan mencapai 50 miliar dollar AS.

Sementara sentimen internal, dampak berakhirnya geopolitik di Timur Tengah pasca tewasnya Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, mengakibatkan harga minyak mentah dunia kembali melemah, bahkan menyentuh level terendahnya yakni 59 dollar AS per barel.

“Kita harus tahu, bahwa saat ini Indonesia merupakan negara net importir minyak dikawasan Asia Tenggara sehingga akan memberi tekanan (positif) terhadap rupiah,” tegasnya.

Menurut Ibrahim, saat harga minyak turun, biaya impor minyak juga akan ikut turun sehingga neraca perdagangan akan semakin terjaga dan ini akan berdampak positif bagi mata uang rupiah.


Leave a Reply