Author Archives: kspsi

  • 0

Bakar Ban, Buruh di Boyolali Demo Tolak THR Dicicil

Category : Uncategorized

Boyolali – Ribuan buruh PT Pan Brothers Tbk, Boyolali berdemo siang ini. Mereka tidak puas dengan kebijakan perusahaan yang membayar gaji bulan dan THR dengan cara dicicil

Dalam aksinya, mereka tampak membakar ban.

Salah seorang buruh yang enggan disebut namanya mengungkapkan, unjuk rasa terjadi secara spontan. Hal itu dipicu ketidakpuasan buruh setelah mendapat pengumuman dari manajemen jika gaji bulan ini dicicil dua kali.

Aksi demo diikuti oleh seluruh buruh dari semua divisi. Awalnya mereka menggelar aksi di dalam pabrik. Namun kemudian mereka keluar dan melakukan aksi di luar pabrik.

Ribuan buruh pabrik garment itu pun memenuhi dan menutup akses jalan Mojosongo – Teras. Bahkan mereka juga tampak membakar ban di tengah jalan. Sebagian menggeber-geberkan sepeda motornya dengan knalpot brong, sehingga suaranya sangat bising.

Polisi berusaha memadamkan api.

  • 0

Resmikan BLK Komunitas Milik Serikat Pekerja, Menaker Ida Dukung Peningkatan Kompetensi Buruh

Category : Uncategorized

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas milik Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) bisa menjadi salah satu solusi menghadapi rendahnya kompetensi.

“Dengan memperluas penerima program BLK Komunitas kepada basis SP/SB, maka persoalan rendahnya kompetensi dan daya saing dalam mengahadapi revolusi industri 4.0 bisa cepat kita atasi melalui dukungan dari teman-teman SP/SB,” katanya.

Dia mengatakan itu saat meresmikan BLK Komunitas SP/SB milik Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) K-Sarbumusi dalam suasana Hari Buruh Internasional atau May Day 2021 di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (4/5/2021).

Adapun, BLK Komunitas ini memiliki program kejuruan teknik pendingin.

Ida mengatakan, berdirinya BLK Komunitas ini tak lepas dari peran manajemen Panasonic Gobel dan FSPPG dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.

“Kita terus bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik melalui hubungan industrial yang semakin kondusif, memberikan keadilan, yang pada akhirnya mampu memberikan kesejahteraan kepada pekerja,” katanya dalam keteragan tertulis yang diterima Kompas.com.

Ida pun mengapresiasi hubungan industrial yang dibangun manajemen Panasonic Gobel dan FSPPG tersebut. Dia berharap keberhasilan mereka membangun BLK Komunitas menjadi contoh bagi SP/SB lainnya.

“Ini adalah model, ini adalah contoh, ini adalah inspirasi bagi teman-teman SP/SB membangun hubungan industrial yang kondusif, hubungan industrial yang susbtantif,” ujar Menaker Ida.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan, program BLK Komunitas bagi SP/SB merupakan bagian dari perluasan penerima manfaat BLK Komunitas yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi komunitas keagamaan.

Program BLK Komunitas dimulai sejak 2017 dan menyasar lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, seminari, dhammasekha, dan pasraman. Hingga saat ini, sebanyak 2.127 lembaga BLK Komunitas telah didirikan.

Mulai 2020, sasaran program tersebut diperluas dengan melibatkan SP/SB. Ini karena SP/SB merupakan komunitas yang lekat secara langsung dengan tugas, fungsi, dan peran Kementerian Ketenagakerjaan.

“Agar SP/SB menjadi bagian penting peningkatan SDM melalui pembangunan BLK Komunitas,” jelas Ida.


  • 0

Ini 5 Sektor Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 0,74 Persen

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74 persen secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih buruk jika dibandingkan kuartal I-2020 yang tumbuh positif sebesar 2,97 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, menurut lapangan usaha pertumbuhan ekonomi minus 0,74 persen tersebut secara umum masih berasal dari industri, pertanian, perdagangan, kontruksi, dan pertambangan. Di mana kelima sektor tersebut beri andil 64,56 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2021.

“Sehingga apa yang terjadi di lima sektor ini sakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Apalagi kalau kita perhatikan berapa banyak pekerja di pertanian di industri dan sebagiannya” katanya dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/5).

Dia melanjutkan dari 17 sektor lapangan usaha, terdapat enam sektor yang masih5 tumbuh positif. Sementara 11 sektor lainnya masih tumbuh negatif, namun cenderung ke arah yang lebih baik.

Adapun enam sektor yang masih tumbuh pada kuartal I-2021 adalah Infokom yakni mencapai 8,72 persen. Kemudian diikti sektor pengadaan ari 5,49 persen, jasa kesehatan 3,64 persen, pertanian 2,95 persen, pengadaan listrik dan gas 1,68 persen dan real estat 0,94 persen.

“Di sana bisa dilihat pertumbuhannya tertinggi terjadi untuk informasi komunikasi yang tumbuh sebesar 8,72 persen,” jelasnya.

Selanjutnya sektor yang masih mengalami kontraski terbesar terjadi pada transportasi dan pergudangan yang masih minus 7,26 persen. Kemudian diikuti oleh akomodasi dan makanan minuman minus 7,36 persen, jasa perusahaan minus 6,0 persen, jasa keuangan minus 2,99 persen dan pertambangan minus 2,02 persen.

Selain itu sektor yang masih tercatat kontraksi atau minus yakni jasa pendidikan minus 1,61 persen, industri minus 1,38 persen, perdagangan minus 1,23 persen dan kontruksi minus 0,79 persen.

“11 sektor yang masih mengalami kontraksi tetapi seperti saya sampaikan meskipun mengalami kontraksi secara umum kontraksi membaik menipis tidak sedalam kontraksi di triwulan ke IV tahun 2020 artinya seluruh sektor menunjukkan arah yang baik menuju pemulihan,” tandasnya.


  • 0

BPS Catat Konsumsi dan Investasi Kuartal I 2021 Membaik Meski Masih Terkontraksi

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 minus 0,74 persen secara year on year (yoy). Kontraksi ini disebabkan karena konsumsi rumah tangga dan investasi belum pulih meski mengalami perbaikan.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, konsumsi rumah tangga tercatat kontraksi minus 2,23 persen. Padahal komponen konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan porsi mencapai 56,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Konsumsi rumah tangga masih mengalami kontraksi 2,23 persen, tapi kontraksi ini menunjukan arah yang membaik kalau kita bandingkan dengan kontraksi di kuartal II, kuartal III, dan kuartal IV (2020),” kata dia dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/5).

Selain konsumsi rumah tangga, penyebab pertumbuhan ekonomi masih kontraksi diakibatkan pada komponen investasi yang belum menunjukan perbaikan. Investasi menyumbang hampir 32 persen dari PDB, sehingga bersama konsumsi rumah tangga totalnya mencapai 88,9 persen.

“Tantangan yang kita hadapi adalah konsumsi rumah tangga, di mana masih mengalami kontraksi minus 2,23 persen. Sementara investasi masih kontraksi tapi sudah mendekati titik nol karena kontraksinya sangat tipis yaitu 0,23 persen,” ungkapnya.

Meski begitu, Suhariyanto menyebut, kontraksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini didukung oleh kinerja konsumsi pemerintah, serta ekspor dan impor yang mulai tumbuh positif di periode ini.

“Selama kuartal I ini tiga komponen yang tumbuh menggembirakan, konsumsi pemerintah tumbuh 2,96 persen, ekspor tumbuh impresif 6,74 persen, impor juga tumbuh 5,27 persen,” pungkas dia.

Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 0,74 Persen di Kuartal I-2021

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 terkontraksi minus 0,74 persen secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih buruk jika dibandingkan kuartal I-2020 yang tumbuh positif sebesar 2,97 persen.

Sementara jika dibandingkan kuartal IV-2020, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 masih lebih baik. Di mana ekonomi pada periode Oktober sampai dengan Desember 2020 kemarin tercatat lebih besar yakni minus 2,19 persen.

“Maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2021 ini masih mengalami kontraksi sebesar 0,74 persen, sementara secara kuartal per kuartal mengalami kontraksi sebesar 0,96 persen,” kata Kepala BPS, Suhariyanto dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/5).

Dia menyatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 yang dicapai ini menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Di mana di kuartal II-2020 ekonomi mengalami kontraksi yang sangat dalam yang minus 5,32 persen kemudian terjadi perbaikan di kuartal III-2020 minus 3,49 persen dan triwulan ke IV-2020 masih kontraksi minus, 2,9 persen.

“Ini menunjukan bahwa tanda-tanda pemulihan ekonomi akan semakin nyata, tentu kita berharap ke depan pemulihan ekonomi akan terjadi di 2021 betul-betul bisa terwujud,” jelasnya.


  • 0

Masih Ada Pandemi, Pengangguran RI Februari 2021 Naik Menjadi 8,75 Juta Jiwa

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah pengangguran di Indonesia akibat pandemi Covid-19 masih terhitung tinggi hingga Februari 2021, yakni mencapai 8,75 juta jiwa. Jumlah pengangguran tersebut masih lebih tinggi secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding Februari 2020 yang sebesar 6,93 juta jiwa.

“Akibat covid jumlah penganggurannya naik di bulan Agustus 2020 adalah sebesar 9,77 juta. Di bulan Februari ini sudah ada perbaikan, tapi belum fully recover. Sehingga jumlah pengangguran di bulan Februari tahun 2021 ini adalah sebesar 8,75 juta,” ungkap Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, dalam sesi teleconference, Rabu (5/5).

Suhariyanto menghitung, angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2021 tercatat naik 1,82 juta jiwa dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Tetapi perlu diingat, bahwa di bulan Februari yang lalu covid-nya belum ada. Sementara sekarang kita masih dibayang-bayangi,” sambungnya.

Selain pengangguran, BPS juga telah melakukan survei angkatan kerja nasional (sakernas) pada Februari 2021 lalu. Dari situ ditemukan, jumlah penduduk usia kerja yang pendapatannya terdampak pandemi Covid-19 masih terhitung tinggi.

“Kalau Agustus 2020 lalu covid dampak ke 29,12 juta penduduk usia kerja. Februari ini masih banyak dampak tapi menurun. Jumlah penduduk usia kerja terdampak covid di Februari 2021 sebanyak 19,10 juta,” sebutnya.

“Artinya dampaknya tidak sedalam Agustus. Terjadi perbaikan, tapi belum fully recover,” dia menambahkan.

Selanjutnya

Dari jumlah tersebut, masih ada masyarakat yang tergolong dalam pengangguran karena Covid-19 sebanyak 1,62 juta. Kemudian golongan bukan angkatan kerja karena covid sebesar 0,65 juta.

Sementara, jumlah masyarakat yang tidak bekerja selama pandemi ini tercatat ada sebesar 1,12 juta, dan pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebesar 15,72 juta.

“Sampai Februari 2021 masih ada 19,10 juta penduduk usia kerja yang terdampak covid, mayoritasnya mereka adalah mengurangi pengurangan jam kerja, sehingga itu mempengaruhi ke pendapatan,” pungkas Suhariyanto.


  • 0

Sederet Strategi Kemnaker Atasi Masalah Ketenagakerjaan

Category : Uncategorized

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan berupaya mengatasi masalah ketenagakerjaan yang terdampak pandemi COVID-19. Sederet strategi pun dilakukan Kemnaker dalam mengatasi masalah tersebut.

Hal itu dilakukan oleh Kemnaker agar sektor ketenagakerjaan tidak terus-terus terdampak akibat pandemi COVID-19 dan mampu untuk mengembangkan kompetensinya di era baru kali ini.

Apa saja strategi Kemnaker tersebut? Berikut di antaranya,

Pengembangan Ekosistem Digital

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pandemi COVID-19 berdampak pada proses transformasi dunia usaha. Di sisi lain, pandemi juga meningkatkan konsumsi masyarakat lewat penggunaan teknologi.

“Di satu sisi revolusi digital dari perspektif ketenagakerjaan, di satu sisi revolusi digital entrepreneurship ini sangatlah baik karena dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru, terutama bagi angkatan kerja berpendidikan diploma dan universitas,” ungkap Ida dalam keterangan yang diterima detikcom.

“Kemudian, di sisi lain kondisi tersebut memiliki tantangan dalam penyiapan angkatan kerja yang kebanyakan saat ini masih berpendidikan rendah, agar dapat siap menghadapi revolusi digital ini,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemnaker mengembangkan sebuah sistem informasi dan pelayanan ketenagakerjaan sebagai ekosistem digital ketenagakerjaan di Indonesia. Setidaknya ada 5 agenda yang dijalankan untuk mensukseskan kebijakan ini.

Pertama adalah melakukan transformasi sistem Sisnaker yang diluncurkan pada 2019 lalu menjadi SIAPkerja. Kedua adalah mengintegrasikan seluruh layanan kerja Kemnaker ke dalam ekosistem digital ini.

Agenda selanjutnya adalah pengembangan SIAPkerja sebagai instrumen pembuatan big data untuk implementasi satu data ketenagakerjaan. Kemnaker juga melakukan penguatan tata kelola SIAPkerja dan kemudian menghubungkan platform digital swasta dengan SIAPkerja.

Link & Match Ketenagakerjaan

Sebuah hasil studi Bappenas dan Bank Dunia di tahun 2020 menunjukkan sistem informasi pasar kerja Indonesia berada di tingkat dasar menuju menengah. Hal ini berimbas pada jumlah kesempatan kerja yang menyempit dan jumlah pengangguran meningkat.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya membangun SIPK yang ideal untuk mempercepat upaya pengurangan pengangguran dan memperluas kesempatan kerja. Kemnaker memiliki jawaban dari hal tersebut dengan kebijakan Link & Match dengan membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja yang efektif.

Ada 6 agenda yang dilakukan Kemnaker untuk mendukung kebijakan ini, seperti pengembangan sistem integrasi pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja, penguatan lembaga pelayanan pasar kerja, penguatan SDM, penguatan kurikulum, digitalisasi pelayanan pasar kerja, hingga pengembangan kemitraan.

“Setidak-tidaknya menuju sistem pasar kerja ideal seperti di Korea Selatan yang memiliki lima karakteristik, yaitu relevan, andal, efisien, berfokus pada klien, dan komprehensif,” tutur Ida.

Transformasi Program Perluasan Kerja

Berdasarkan data BPS, pada Agustus 2020 jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 138 juta orang. Terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen.

Sebagai salah satu cara menekan angka pengangguran, Kementerian Ketenagakerjaan mengoptimalkan pelatihan kerja di BLK serta meningkatkan program-program perluasan kerja dan padat karya.

Program pelatihan di BLK tidak hanya untuk menyelesaikan masalah klasik ketenagakerjaan seperti daya saing dan produktivitas yang masih kalah dengan negara lain, link and match, ataupun bonus demografi. Pelatihan di BLK juga dibutuhkan untuk menangani dampak pandemi COVID-19 pada sektor ketenagakerjaan.

“Kemnaker akan terus melakukan peningkatan kompetensi melalui berbagai kegiatan yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah pusat maupun daerah. Kami juga akan terus melakukan berbagai kegiatan perluasan kesempatan kerja,” kata dia.

Adapun untuk kebijakan ini, Kemnaker mengarah kepada pengembangan jiwa kewirausahaan yang efektif untuk memperluas lapangan kerja. Ada 4 agenda yang dibuat untuk mendukung arah kebijakan ini.

Pertama adalah penyusunan desain baru kewirausahaan, kemudian penguatan kelembagaan pelaksanaan program kewirausahaan, pengembangan sistem pengelolaan, dan pengembangan jaringan kemitraan.

Pengembangan Talenta Muda

Seiring perkembangan zaman, saat ini industri memiliki kompetensi dalam hal pemanfaatan teknologi. Kompetensi tersebut diwujudkan dalam hal pabrik cerdas (smart factories), seperti salah satunya Internet of Things (IoT).

Era revolusi industri 4.0 juga membuat pekerja dituntut untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Oleh karena itu, diperlukan pelaksanaan program peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) para sumber daya manusia berdasarkan kebutuhan dunia industri saat ini.

Ini juga yang dilakukan oleh Kemnaker untuk menyambut industri 4.0 dengan menyiapkan talenta muda mengelola dan mengoptimalkan potensinya. Ada 4 agenda yang dijalankan oleh Kemnaker untuk mendukung kebijakan ini.

Salah satunya adalah transformasi innovation room menjadi innovation hub. Kemnaker juga melakukan perintisan proyek inovasi milenial yang bertaraf nasional, ada juga pengembangan kompetensi generasi muda dan perluasan lapangan kerja untuk anak-anak muda.

Perluasan Pasar Kerja Luar Negeri

Pandemi COVID-19 juga berdampak pada penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Kemnaker mencatat pada 2020, penempatan PMI hanya 113.173 orang, turun sekitar 40,8% dari jumlah penempatan pada 2019.

Oleh karena itu, Kemnaker mengeluarkan kebijakan untuk memperluas pasar kerja bagi PMI di luar negeri. Untuk mendukung arah kebijakan ini, Kemnaker menjalankan 6 agenda, di antaranya pengembangan sistem market intelligence di negara sasaran PMI.

Kemnaker juga memperluas negara penempatan PMI sektor formal, termasuk implementasi SSW. Selain itu, Kemnaker mengembangkan sistem manajemen PMI berbasis daring, pembenahan standar kompetensi PMI, meningkatkan kompetensi CPMI, dan penguatan perlindungan hak PMI.

Kementerian Ketenagakerjaan juga siap memperluas penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) pada tahun ini di negara seperti Jepang dan kawasan Timur Tengah dengan menerbitkan perubahan Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK).

Aturan Kepdirjen Nomor 3/100/PK.02.02/I/2021 yang ditetapkan di Jakarta pada 7 Januari 2021 tersebut menetapkan 17 negara tujuan penempatan PMI beserta sektor dan skema penempatannya. Adapun negara penempatan yang ditetapkan, yaitu Hungaria, Hong Kong, Irak , Kerajaan Arab Saudi, Korea Selatan, Maladewa , Nigeria, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Qatar, Rusia, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Zambia, Zimbabwe.


  • 0

Catat! Ini Cara Melaporkan Perusahaan yang Tidak Bayar THR Lebaran

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah meresmikan posko THR 2021 yang bertujuan untuk memastikan THR keagamaan dibayarkan oleh perusahaan kepada para pekerjanya.

Dengan diresmikannya posko THR 2021 ini, pekerja atau buruh yang tidak menerima THR Lebaran tahun ini bisa membuat laporan. Posko THR 2021 ini dibuka mulai besok 20 April hingga 20 Mei 2021.

Posko THR akan memberikan layanan kepada pekerja, buruh, dan pengusaha dengan menitikberatkan pada 3 aspek utama, meliputi informasi seputar kebijakan dan peraturan THR keagamaan tahun 2021, ruang konsultasi, dan pengaduan pelaksanaan THR keagamaan tahun 2021.

“Pengaduan ini bisa dilakukan dengan 2 cara, baik secara luring atau kami tetap memberikan layanan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Kami juga memberikan layanan online, dan melalui call center 1500630,” kata Ida dalam virtual konferensi, Senin (19/4/2021) silam.

Untuk tata cara pelaporan secara offline, pekerja dapat langsung datang ke Ruang Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker di Jalan Gatot Subroto Kav. 51 Gedung B Lantai 1 Jakarta Selatan.

Adapun aturan untuk menggunakan layanan tatap muka yakni dengan tetap disiplin melakukan protokol kesehatan, dan menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. Jika pelapor belum memiliki keterangan bebas Covid-19, Kemenaker juga menyediakan fasilitas layanan tersebut.

Posko THR secara luring dapat dikunjungi selama jam kerja, Senin sampai dengan Jumat yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Selain dengan metode luring, Anda juga bisa mengakses pelaporan secara online melalui www.bantuan.kemnaker.go.id. Dalam laman tersebut, ada 2 menu informasi yang bisa Anda pilih, yakni Informasi THR dan Konsultasi dan Pengaduan THR.

Bila ingin melakukan konsultasi atau pengaduan, maka Anda dapat memilih menu Konsultasi dan Pengaduan THR. Untuk masuk dalam layanan, Anda terlebih dahulu harus memiliki User ID dengan klik Daftar Sekarang.

Jika sudah memiliki User ID, Anda bisa langsung login, dan memulai tahapan konsultasi, selanjutnya konsultasi dan pengaduan THR Anda akan tercatat secara otomatis.


  • 0

Ekonomi RI Diproyeksi Minus 1 Persen di Kuartal I-2021

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran minus 1 persen pada kuartal I-2021.

Hal ini seiring dengan masih rendahnya konsumsi masyarakat.

Ekonom Indef Eko Listiyanto mengatakan, laju konsumsi masyarakat sepanjang Januari-Maret 2021 diprediksi minus 2,5 persen hingga minus 3 persen.

Sebab, optimisme konsumen meski ada kenaikan tapi tidak signifikan.

“Dugaan kami (pertumbuhan ekonomi) masih minus 1 persen, karena meski sudah ada perbaikan, tapi untuk ke angka positif atau setidaknya minus 0,5 persen, itu variabelnya belum cukup buat dorong ke arah situ,” ujar Eko dalam webinar Indef, Senin (3/5/2021).

Jika laju ekonomi kuartal I-2021 masih minus, maka Indonesia dipastikan masih terjebak di jurang resesi.

Sebab, sejak kuartal II-2020 ekonomi tercatat negatif.

Kendati demikian, lanjut Eko, beberapa angka indikator pertumbuhan ekonomi terus membaik dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya.

Ia menjelaskan, proyeksi itu berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat yang belum pulih untuk bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Daya beli masyarakat masih tertekan akibat pandemi Covid-19.

Hal itu tercermin dari tingkat inflasi jelang Ramadhan dalam dua tahun terakhir.

Pada Ramadhan 2019, inflasi mencapai 0,68 persen, sedangkan di 2020 hanya 0,08 persen dan di 2021 menjadi 0,13 persen.

Artinya, meski sudah ada kenaikan konsumsi pada tahun ini, tetapi angkanya masih lemah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selian itu, daya beli masyarakat yang masih rendah terlihat pula dari kondisi harga sejumlah bahan pokok yang cenderung stabil dari tahun lalu.

Hal itu menunjukkan belum pulihnya permintaan masyarakat, masih sama seperti Ramadhan di 2020 yang sudah terdampak Covid-19.

“Ada 6 bahan pokok seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, dan cabai yang harganya relatif tetap, polanya ternyata hampir sama dari Ramadhan tahun lalu, landai. Sebelum Covid-19 itu rata-rata bahan pangan di awal Ramadhan ada sedikit kenaikan. Jadi masih jauh dari perbedaannya dari kondisi sebelum Covid-19,” jelas Eko.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi tiga bulan pertama 2021 juga terlihat dari laju kredit yang masih negatif dan konsisten menurun.

Pada Januari tercatat minus 1,93 persen, Februari minus 2,15 persen, dan Maret minus 4,13 persen.

“Dari gambaran itu, agak susah juga kalau bicara pertumbuhan ekonomi positif ketika laju kreditnya juga sangat rendah. Jadi dugaan kami memang yah masih resesi dan angkanya minus 1 persen di kuartal I-2021,” ucap Eko.


  • 0

PMI April 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2021 menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa. PMI Manufaktur Indonesia pada bulan April tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada bulan Maret 2021.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan, peningkatan PMI menunjukkan terjadinya ekspansi selama enam bulan berturut-turut. Momentum ekspansi ini menggambarkan kenaikan output, permintaan baru, dan pembelian, serta permintaan ekspor yang kembali tumbuh setelah 16 bulan berkontraksi.

Menurutnya, angka PMI tersebut juga mencerminkan perbaikan nyata pada kondisi bisnis, seiring dengan lonjakan permintaan baru dan kembalinya bisnis baru dari luar negeri. Dengan bisnis baru mengalami ekspansi tajam, perusahaan manufaktur juga menaikkan volume produksi. Perbaikan volume pada produksi ini kedepannya diharapkan dapat meningkatkan tenaga kerja baru secara umum.

Di sisi lain, volume produksi yang semakin tinggi menimbulkan permintaan input yang lebih tinggi, Dengan pasokan yang relatif terbatas, hal ini secara alami menyebabkan peningkatan harga input yang berpengaruh terhadap harga jual kepada konsumen selama enam bulan terakhir.

Hal ini tampak pada tingkat inflasi yang mulai muncul meskipun belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Secara umum, produsen di Indonesia masih sangat optimis bahwa produksi akan terus menguat, didorong harapan bahwa pandemi COVID-19 akan berakhir pada tahun mendatang.

“Pemerintah perlu menjaga momentum pemulihan dengan tetap menjaga daya beli masyarakat dan berkomitmen untuk melanjutkan dukungan terhadap pelaku usaha,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Sebelumnya, ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ekspor. Peningkatan permintaan ekspor ini, baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.

“Setelah sempat terkontraksi tajam pada Triwulan II tahun lalu, tren positif pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat sejak Triwulan III/2020. Tahun ini, tren positif pemulihan terus berlanjut,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (3/5).

Seperti diketahui, angka 50 pada PMI menunjukkan dunia usaha sedang dalam fase ekspansi, didorong oleh keyakinan dunia usaha atas perbaikan kondisi ekonomi. Pemerintah meyakini dengan kondisi yang sudah mulai kondusif, maka ada kepercayaan dari dunia usaha untuk memulai aktivitas manufakturnya kembali.

“Geliat dari dunia usaha ini, diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian Indonesia,” ujar Menko Airlangga.

Indikator Ekonomi Membaik

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik atas peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mampu menembus level 54,6 pada April, sesuai yang dirilis oleh IHS Market. Capaian tersebut naik signifikan dibanding Maret yang berada di posisi 53,2.

“Alhamdulillah, para pelaku industri kita mulai bangkit lagi. Sebab, kalau kita melihat ke belakang, pada April 2020 adalah kondisi PMI manufaktur Indonesia saat jatuh ke titik terendahnya, yaitu di level 27,5,” ungkap Menperin di Jakarta, Selasa (4/5).

Menurutnya, catatan tersebut membuat PMI manufaktur Indonesia berada di tingkat ekspansif merupakan salah satu indikator perekonomian yang semakin membaik, serta kepercayaan dunia usaha dan industri terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai sudah on the track. Menyusul sepanjang dua bulan berturut-turut, PMI manufaktur Indonesia menorehkan rekor tertinggi.

Selain itu, kondisi bisnis diyakini kini telah menguat dalam enam bulan terakhir ini di tengah kondisi pandemi, dengan tren positif dari sektor industri yang gencar melakukan perluasan usahanya.

“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak kepada para pelaku industri yang terus semangat menjalankan usahanya. Hal ini tentu akan membawa multiplier effect yang luas bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penerimaan devisa,” paparnya.

Menperin Agus menambahkan, utilisasi industri pengolahan nonmigas sudah kembali melonjak hingga 61,30 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding dua bulan sebelumnya.
“Kementerian Perindustrian sangat berkepentingan menjaga momentum ini dengan terus membuat kebijakan dan program untuk menstimulasi pertumbuhan industri nasional kita,” tegasnya.

Guna menjaga kinerja gemilang di sektor industri, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif. Langkah strategisnya antara lain melalui pemberian kemudahan izin usaha dan stimulus insentif.

“Misalnya dengan penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja untuk semakin memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri di tanah air,” ucapnya.

Menanggapi hasil PMI manufaktur Indonesia pada April, Direktur Ekonomi HIS Markit Andrew Harker mengatakan, produksi manufaktur Indonesia terus meningkat pada bulan April di tengah-tengah ekspansi permintaan baru yang sangat kuat. “Yang menggembirakan, total bisnis baru didukung oleh kenaikan pertama pada ekspor sejak pandemi Covid-19 melanda karena permintaan internasional menunjukkan tanda-tanda perbaikan,” tuturnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari-Maret 2021, nilai ekspor industri pengolahan menembus hingga USD38,96 miliar atau tumbuh 18,06 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu. Sektor manufaktur ini menjadi kontributor terbesar pada nilai ekspor nasional, yakni mencapai 79,66 persen.

Terkait PMI manufaktur Indonesia di bulan keempat, IHS Markit juga mencatat, output, permintaan baru, dan pembelian semua naik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama periode survei sepuluh tahun, sementara permintaan ekspor baru kembali tumbuh setelah 16 bulan periode penurunan.

Optimisme bahwa output akan terus naik pada tahun yang akan datang kembali menyebar, dengan tiga perempat panelis memperkirakan ekspansi. Kepercayaan diri berpusat pada harapan bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir pada tahun mendatang, memungkinkan kenaikan lanjutan pada permintaan baru.

Di samping itu, bisnis baru mengalami ekspansi substansial, dan sejauh ini merupakan laju tercepat sejak survei dimulai pada bulan April 2011. Perusahaan sering menyebutkan perbaikan pada permintaan pelanggan. Terlebih lagi, total permintaan baru didorong oleh kembalinya bisnis baru dari luar negeri.

Berikutnya, rekor kenaikan pada aktivitas pembelian juga terjadi karena perusahaan menanggapi arus pesanan baru yang masuk. Sementara itu, waktu pengiriman dari pemasok secara umum tidak berubah pada bulan April, menandakan bahwa gangguan pada rantai pasokan mulai berkurang. Hal ini membantu perusahaan melakukan ekspansi stok pembelian, sehingga mengakhiri 15 bulan periode penurunan inventaris pra-produksi.


  • 0

Kemnaker Optimalkan Peran BLK Tekan Angka Pengangguran Indonesia

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Kementerian Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) serta meningkatkan program-program perluasan kerja dan padat karya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara menekan angka pengangguran.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, program pelatihan di BLK tidak hanya untuk menyelesaikan masalah klasik ketenagakerjaan seperti daya saing dan produktivitas yang masih kalah dengan negara lain, link and match, ataupun bonus demografi. Pelatihan di BLK juga dibutuhkan untuk menangani dampak pandemi Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan.

“Kemnaker akan terus melakukan peningkatan kompetensi melalui berbagai kegiatan yang ada di BLK pemerintah pusat maupun daerah. Kami juga akan terus melakukan berbagai kegiatan perluasan kesempatan kerja,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/5).

Berdasarkan data BPS, pada Agustus 2020 jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 138 juta orang. Terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur.

Adapun tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen. Masih berdasarkan data BPS, selama pandemi Covid-19, terdapat 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi.

Selanjutnya

Sebanyak 70 persen anggaran Kemnaker tahun 2021 dialokasikan untuk program peningkatan kompetensi. Menaker Ida menambahkan, selain meningkatkan kompetensi di BLK pihaknya juga memiliki program lain untuk membantu menekan angka pengangguran, yaitu perluasan kesempatan kerja.

Ini bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan padat karya, melakukan peningkatan infrastruktur, melakukan kegiatan TKM (Tenaga Kerja Mandiri), TTG (Teknologi Tepat Guna), dan kegiatan lain yang sifatnya perluasan kesempatan kerja.

“Pelatihan-pelatihan yang ada di kementerian ketenagakerjaan juga akan didorong selain untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja juga mendorong menjadi wirausahawan,” ujarnya.