Author Archives: kspsi

  • 0

Ngeri! Tingkat Pengangguran Diprediksi Baru Pulih 2030

Category : Uncategorized

Jakarta – Kantor Anggaran Kongres (CBO) Amerika Serikat (AS) memperkirakan tingkat pengangguran tidak akan pulih cepat. Diperkirakan butuh waktu setidaknya hingga 10 tahun.

Kebijakan lockdown akibat pandemi Corona (COVID-19) telah menghentikan perekonomian. Meskipun perlahan negara mulai membuka kembali kegiatan ekonomi, memulihkan negara dari resesi akan menjadi hal yang sulit.

Dilansir dari CNN, Jumat (3/7/2020), CBO memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap di atas tingkat sebelum pandemi sampai 2030. Tingkat pengangguran rata-rata 10 tahun ke depan akan menjadi 6,1%, naik dari 4,2% yang diproyeksikan pada bulan Januari.

Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) AS rata-rata akan menjadi 3,4%, lebih rendah dari apa yang diperkirakan pada bulan Januari. Diperlukan waktu hingga 2028 untuk membuat PDB akan tumbuh sejalan dengan tren pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Federal Reserve dan CBO, resesi ini hampir melipatgandakan defisit anggaran federal tahun ini menjadi US$ 3,7 triliun, menurut proyeksi dari April. Suku bunga juga diperkirakan akan tetap rendah di masa mendatang.

CBO memproyeksikan tingkat pengangguran akan mencapai puncaknya pada kuartal III-2020. Sejauh ini, pengangguran memuncak pada bulan April di tingkat 14,7%. Lebih dari 20 juta pekerjaan hilang pada bulan itu. Namun, AS melihat sejumlah rekor pekerjaan muncul lagi ketika ekonomi dibuka kembali.

Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS melaporkan bahwa terdapat rekor penambahan kerja 4,8 juta orang pada Juni, sehingga tingkat pengangguran turun menjadi 11,1%. Namun ekonomi masih turun 14,7 juta pekerjaan sejak Februari.

Adanya kekhawatiran tentang peningkatan kasus COVID-19 membuat beberapa negara menunda kembali dibukanya perekonomian. Hal itu membuat orang yang dirumahkan akan lebih lama kehilangan pekerjaannya.

 


  • 0

Setelah Garuda Indonesia, Kini Giliran Lion Air PHK Karyawan

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan telak terhadap industri penerbangan di seluruh dunia.

Bahkan, sudah banyak maskapai yang memutuskan untuk melakukan perampingan, sebagai bentuk efisiensi keuangan perusahaan.

Perampingan karyawan juga sudah dilakukan oleh maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia, bahkan yang terbaru, yaitu Lion Air Group, yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, dan Batik Air.

Sebagaimana diketahui, pada awal bulan Juni lalu, Garuda Indonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sebagian pilotnya per tanggal 1 Juni 2020.

PHK tak hanya dilakukan pada pilot yang berstatus junior atau pilot baru, namun juga menyasar para pilot senior maskapai tersebut. Kabarnya, total lebih dari 150 pilot yang terkena PHK.

“Pada dasarnya kebijakan yang Garuda Indonesia berlakukan adalah penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu,” kata Irfan dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Langkah tersebut diambil, guna merespon anjloknya tingkat okupansi maskapai plat merah tersebut, akibat adanya berbagai kebijakan pembatasan transportasi.

Penurunan tingkat okupansi juga dirasakan oleh Lion Air Group. Oleh karenanya, maskapai dengan logo singa tersebut juga memutuskan untuk melakukan perampingan karyawan.

Namun, berbeda dengan Garuda, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, perampingan dilakukan dengan cara tidak memperpanjang kontrak karyawan yang habis.

“Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2020).

Lebih lanjut Danang menyebutkan, total ada sekitar 2.600 karyawan Lion Air Group yang kontraknya habis dan tidak diperpanjang.

“Dari total karyawan kurang lebih 29.000 orang,” katanya.

Danang mengakui, merebaknya virus corona yang menimbulkan berbagai aturan pembatasan transportasi telah berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Oleh karenanya, langkah perampingan tersebut dinilai menjadi opsi perlu dilakukan

“Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19,” tutur dia.

Tingkat okupansi yang rendah

Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan anjloknya tingkat okupansi pesawat. Bahkan, Garuda sempat menyatakan tingkat okupansi pada Mei lalu maskapai kehilangan sebanyak 90 persen penumpang imbas pandemi global Covid-19.

Artinya penumpang Garuda yang masih tersisa sebesar 10 persen.

“Mei ini jumlah penumpang compare year on year itu tersisa 10 persen. Saya lebih senang menyebut tersisa, saya enggak mau bilang turun 90 persen meskipun itu yang terjadi,” kata Irfan.

Rendahnya tingkat okupansi juga masih dirasakan sampai saat ini.

Pasalnya, meski pemerintah sudah memberikan ruang kepada maskapai untuk bernafas lega, dengan diperbolehkannya transportasi udara kembali mengangkut penumpang, namun pada kenyataannya tingkat okupansi pesawat masih rendah.

Hal tersebut diakibatkan masih khawatirnya masyarakat terhadap penyebaran virus corona. Selain itu, berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah juga dinilai masih memberatkan masyarakat untuk menggunakan pesawat.

Danang mengatakan, meski saat ini pemerintah sudah mulai kembali mengizinkan pesawat untuk beroperasi secara terbatas, namun tingkat okupansi Lion Air, Wings Air, dan Batik Air masih rendah.

“Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400 – 1.600 penerbangan per hari,” ujar Danang.

Lebih lanjut, Danang menilai, pandemi Covid-19 mengakibatkan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Padahal, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.


  • 0

Rupiah Merosot ke Rp14.531 per USD Dipicu Kekhawatiran Tingginya Penularan Covid-19

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (3/7) bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp14.380 per USD dari sebelumnya Rp14.378 per USD.

Sementara itu, merujuk data Bloomberg, Rupiah masih terus melemah hingga menyentuh level Rp14.531 per USD.

“Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan Covid-19 yang terus meninggi,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta.

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara yang kembali meninggi kasus penularan Covid-19 seperti di Amerika Serikat, China, Jerman, Korsel, dan lainnya. Di Indonesia, kasus positif Covid-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama.

Sementara itu ketegangan hubungan antara AS dan China dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat China yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, Rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut. “Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.250 per USD hingga Rp14.430 per USD.

Kondisi Tak Menentu

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh situasi yang masih tidak menentu membuat Bank Sentral AS sepertinya masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level rendah. Saat ini, Federal Funds Rate berada di 0-0,25 persen terendah sejak 2015.

“Dalam rapat tersebut, terlihat bahwa suasana kebatinan Ketua Jerome Jay Powell dan kolega begitu prihatin. Kata ketidakpastian (uncertainty) sampai muncul 45 kali dalam notula rapat,” ujar Ibrahim melalui riset harian.

Meski akhir-akhir ini sentimen di pasar agak membaik, tetapi pertumbuhan ekonomi 2020 tetap akan lemah dan ketidakpastian masih sangat tinggi. Dengan kondisi ini, peserta rapat menilai proyeksi yang lebih pesimistis menjadi masuk akal.

Faktor lain, BioNTech menguji vaksin mereka kepada 24 relawan dan setelah 28 hari terlihat ada peningkatan antibodi untuk melawan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut.

Kabar tersebut membuat pelaku pasar sedikit optimistis bahwa masih ada jalan untuk melawan pandemi virus corona. “Memang butuh waktu untuk mendistribusikan vaksin ke seluruh dunia, tetapi bukan berarti tidak ada solusi sama sekali,” tandasnya.


  • 0

Di Forum ILO, Menaker Ida Beberkan Kebijakan Indonesia Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan berupa kebijakan tanggap (rapid policy responses). Kebijakan tersebut bertujuan membangun kembali kondisi positif dan fokus pada pasar tenaga kerja dan institusi pasar kerja.

Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menjadi panelis dalam Pertemuan International Labour Organization (ILO) untuk Kawasan Asia dan Pasifik secara virtual di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (2/7).

Adapun langkah pertama yakni mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19 sebesar USD 46,6 miliar, termasuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha sejumlah USD 17,2 miliar.

“Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya,” kata Menaker Ida.

Kebijakan kedua, menyediakan program berupa insentif pajak penghasilan, relaksasi pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.

“Ketiga, menyediakan jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal. Pemerintah memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal yang termasuk dalam kategori miskin dan rentan,” ujarnya.

Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui program kartu pra-kerja bagi pekerja yang ter-PHK. Pemerintah telah memberikan insentif pelatihan dengan target tahun ini sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu penerima manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.

“Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metode online. Dalam jangka waktu dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan offline) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah,” kata Menaker Ida.

Kebijakan kelima yakni memperbanyak program perluasan kesempatan kerja seperti padat karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.

“Selanjutnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, baik yang sudah kembali ke Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri,” ujar Menaker Ida.

Sedangkan langkah ketujuh, kata Menaker Ida, yakni menyediakan panduan/pedoman yang ditujukan bagi perusahaan dan pekerja. Utamanya menyangkut pelindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha, serta perlindungan pekerja pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-19.

Selain itu, pekerja yang terkena wabah Covid-19 wajib di-cover Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi Covid-19, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

Sesi II Asia Pacific Regional Event bertema “Mendukung perusahaan dan Melindungi Pekerja di Asia dan Pasifik” ini diikuti 180 partisipan dari berbagai negara anggota ILO.


  • 0

Kemenkeu Sebut Aktivitas Ekonomi Global Sudah Pulih, Ini Indikatornya

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi menyebut bahwa aktivitas ekonomi global saat ini sudah mulai pulih pasca pandemi Covid-19. Hal itu tercermin dari indeks manufaktur global yang menunjukkan perbaikan.

Dia menyebut, indek PMI global di Bulan Maret sampai Mei sempat berada di titik terendah. Namun kemudian setelah beberapa negara sudah melonggarkan kebijakan lockdown indeks PMI mulai membaik.

“Kinerja manufaktur global di bulan Juni ini menunjukkan tren yang membaik di angka 47,8 persen, indikasi aktivitas ekonomi global juga mulai pulih,” kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (3/7).

Di Indonesia sendiri pun demikian. Indeks PMI manufaktur Tanah Air mengalami perbaikan. Dia menyadari memang pada bulan Mei sempat mengalami tekanan, dan kembali meningkat atau meninggalkan titik terendahnya di Juni.

“Saya kira ini indikator yang cukup baik. Karena memang di beberapa negara indikator PMI juga sudah menunjukkan perbaikan positif. Jadi, meski masih di level kontraksi, di bawah, PMI manufaktur Indonesia sudah meninggalkan titik terendahnya,” jelas dia.

Harga Komoditas

Di samping itu, perbaikan lainnya juga ditunjukan oleh harga komoditas dan kepercayaan sektor keuangan yang juga sudah membaik. Seluruh komponen tersebut mengalami peningkatan.

“Kita liat, perbaikan aktivitas ekonomi itu mendorong kenaikan harga komoditas sejak bulan Mei, baik itu CPO, brand, atau tembaga. Jadi dari Mei ke Juni sudah menunjukkan perbaikan harga komoditas,” katanya.

Demikian juga di sisi stabilitas sektor keuangan di global juga membaik. Dan ini juga diikuti oleh arus modal masuk ke negara berkembang, itu terus mengalami peningkatan, dari sisi stabilitas di sektor keuangan.


  • 0

Menaker: Masih Banyak Cerita Perempuan Jadi Korban Pelecehan Saat Kerja Malam…

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan para pengusaha untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja perempuan. Seperti keamanan saat bekerja pada shift malam dan memberikan kesempatan istirahat kepada perempuan yang sakit saat haid.

Menurut dia, perlindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena ketahanannya dalam menjaga diri tidak sebaik pekerja laki-laki. Perlindungan kaum hawa tidak hanya dari perusahaan, tetapi juga dari pihak berwajib.

“Itu masih banyak cerita perempuan sebagai korban pelecehan seksual dan perbuatan asusila saat kerja malam hari. Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan, tetapi juga aparat keamanan. Upaya menciptakan lingkungan yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja perempuan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Perusahaan juga diminta memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja perempuan di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran.

“Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya,” ucapnya.

Hal lain yang menjadi perhatiannya ialah pentingnya melindungi pekerja perempuan setelah melahirkan dengan menyediakan ruang laktasi untuk menyusui.

Kembali dia menambahkan, perlindungan kepada pekerja perempuan tidak boleh dijadikan beban perusahaan. Karena pekerja perempuan juga memiliki kelebihan dibanding laki-laki.

“Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Stop diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja, di antaranya telaten, disiplin, dan cermat,” ujarnya.


  • 0

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja: Yang Dihentikan Paket Program Pelatihan!

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky menegaskan pemerintah tidak menghentikan program Kartu Prakerja.

“Tidak benar, yang dihentikan adalah paket program pelatihan,” ujar dia ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (2/7/2020) malam.

Hal itu disampaikan Panji terkait beredarnya surat manajemen pelaksana (Project Management Office/PMO) kepada mitra pelatihan kartu prakerja.

Menurut dia, di dalam surat tersebut pihaknya meminta mitra untuk menghentikan transaksi dan penjualan dari pelatihan yang berupa paket atau bundling, bukan program pelatihan secara keseluruhan.

Sebegai informasi, di dalam surat tersebut dijelaskan penghentian paket pelatihan berdasarkan evaluasi yang dilakukan pelaksana program kartu prakerja. Berdasarkan evaluasi, ada beberapa hal yang menjadi catatan.

Pertama, beberapa mitra platform digital membuat dan menawarkan produk paket pelatihan yang terdiri dari beberapa jenis atau kelas pelatihan oleh satu atau beberapa lembaga pelatihan di masing-masing platform.

Kedua, tak ada mekanisme yang dapat memastikan tiap peserta yang mengambil atau membeli paket pelatihan menyelesaikan seluruh jenis atau kelas pelatihan. Akibatnya, tidak ada laporan mengenai penilaian peserta pelatihan.

Atas dasar ini, manajemen pelaksana tak dapat melaksanakan tugasnya untuk melakukan evaluasi terhadap satu atau beberapa jenis atau kelas pelatihan yang ada dalam paket tersebut.

Surat keputusan ini ditujukan bagi mitra prakerja yaitu Bukalapak, MauBelajarApa, Pijar Mahir, Pintaria, SekolahMu, Sisnaker, Skill Academi by Ruangguru dan Tokopedia.

Dalam program Kartu Prakerja 2020, pemerintah memberikan biaya sebesar Rp 3.550.000 untuk membayar biaya pelatihan (kursus) dan insentif bagi pesertanya.

Dana tersebut akan ditransfer lewat rekening atau dompet digital (e-wallet). Pagu untuk membayar pelatihan ditetapkan sebesar Rp 1.000.000.

Sementara untuk insentif, terdiri dari dua bagian yakni insentif pasca-penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp 2.400.000). Lalu insentif pasca-pengisian survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp 150.000).

Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama.

Dilihat di situs Skill Academy (https://skillacademy.com/prakerja), dari beberapa pelatihan yang disediakan, salah satunya yakni paket pelatihan ojek online (ojol). Dalam keterangannya, paket pelatihan Kartu Prakerja secara online tersebut bisa diselesaikan dalam satu hari saja yang terbagi dalam 6 kelas.

Dengan membayar harga paket Rp 1.000.000 tersebut, peserta pelatihan online Kartu Prakerja akan menerima 6 materi antara lain Perencanaan Keuangan untuk Pekerja Harian Lepas (Rp 100.000), Customer Service: Menguasai Teknik Pelayanan Terbaik (Rp 200.000).

Kemudian materi Percakapan Bahasa Inggris Dasar dengan Konsumen (Rp 100.000), Teknik Mengelola Stress Agar Kerja Tetap Produktif (Rp 200.000), Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif (Rp 200.000), Tenang di Hari Tua, Siapkan Dana Pensiun dari Sekarang (Rp 200.000).

 


  • 0

Lewat Program Bangga Buatan Indonesia, Pemerintah Bidik 2 Juta UMKM GO Digital

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Pemerintahan Jokowi tengah gencar mempromosikan program Bangga Buatan Indonesia untuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masuk era digital. Ini sekaligus membantu kesiapan bisnis UMKM dalam kenormalan baru pasca pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, pemerintah tengah mendorong 10 juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) terhubung dengan platform digital lewat program tersebut. Sebab, saat ini baru 13 persen atau 8 juta pelaku UMKM yang go digital.

“Kita harus bekerjasama untuk mencapai produk 2 juta UMKM masuk go digital. Karena sudah ada 8 juta lebih UMKM yang sudah bisnis secara online,” kata dia dalam webinar via Zoom, Rabu (1/7).

Luhut optimis target tersebut dapat dicapai pada tahun ini. Terlebih lagi sejak diluncurkannya pada 14 Mei lalu, sudah ada 600.000 UMKM yang di digitalisasikan.

Selain itu, melejitnya tren belanja online selama pandemi Covid-19 berlangsung diyakini dapat mendongkrak jumlah UMKM yang akan go digital.


  • 0

Menaker Ida Tinjau Protokol Kesehatan di Pusat Pengembangan UKM Pulogadung

Category : Uncategorized

 

Merdeka.com – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meninjau Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) serta Pemukiman Pulogadung, di Pondok Indah Kapuk Pulogadung, Jakarta Timur untuk memastikan penerapan protokol kesehatan untuk para pekerja.

“Saya melihat secara langsung produksi di PIK Pulogadung ini saya melihat kelompok usaha yang banyak merekrut dan mempekerjakan perempuan, saya mendapatkan laporan bahwa selama Covid-19 ini Alhamdulillah tidak mem-PHK dan merumahkan pekerjanya,” kata Ida, Rabu (1/7).

Menurutnya hal itu tentu suatu kebanggaan dan pihaknya sangat mengapresiasi dan mendorong upaya yang dilakukan UPK PPUMKMP yang tetap mempekerjakan pekerjanya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga mengapresiasi langkah pengelolaan UPK PPUMKMP ini yang sebelumnya memproduksi ekspor garmen, dialihkan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), ini salah satu bentuk mencari jalan ketika ada tanggung jawab untuk mempekerjakan pekerja atau buruh.

“Saya ingin memastikan protokol Kesehatan itu berjalan dengan baik. Salah satu di antaranya diperiksa suhu badan, menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan kemudian jaga jarak, protokol-protokol kesehatan itu harus bisa dipastikan artinya pekerja kita tetap produktif tapi tetap terjaga,” jelasnya.

Meskipun saat ini sudah mulai banyak perusahaan dan sektor usaha lain yang mempekerjakan kembali pekerjanya, pihaknya tetap melakukan refocusing anggaran di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Perjalanan dinas kita hilangkan semua, anggaran-anggaran kita gunakan untuk merespon banyaknya yang di PHK, dan dirumahkan, program padat karya produktif dan infrastruktur kita gunakan untuk memberdayakan pekerja yang di PHK,” tandasnya.

 

 


  • 0

Belasan Buruh di Bekasi Jadi Klaster Baru Covid-19

Category : Uncategorized

BEKASI – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menemukan klaster baru dari kalangan buruh. Setidaknya terdapat 17 kasus baru dalam dua hari terakhir yang mayoritas di antaranya berasal dari kaum pekerja pabrik di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Dari 17 kasus baru, sebanyak 14 kasus merupakn pasien dari kalangan buruh, sedangkan tigas kasus lainya merupakan istri dan dua anak dari buruh yang terkonfirmasi positif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Bekasi Alamsyah kepada SINDOnews, Rabu (1/7/2020).

Menurut dia, seluruh yang terkonfirmasi positif tersebut sudah melakukan isolasi baik di rumah maupun di rumah sakit dan pusat karantina. Mereka yang terkonfirmasi positif, berusia antara 40-55 tahun. Sedangkan istri dari salah satu pasien berusia 30 tahun dan anak 9 dan 11 tahun.

Alamsyah menjelaskan, klaster baru ini berasal dari suatu perusahaan industri. Hanya saja, dia tidak menyebutkan secera rinci perusahaan tersebut dan lokasinya. Namun, aktivitas diperusahaan tersebut resmi dihentikan. “Kami yang minta untuk menghentikan antivitas sementara,” katanya.

Saat ini, kata dia, pemerintah masih melakukan pelacakan dengan melakukan tes cepat terhadap sejumlah orang yang sempat kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif. Dari pelacakan sementara, penambahan kasus ini berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Di antaranya, Kecamatan Karangbahagia, Cikarang Pusat, Cikarang Utara dan yang terbanyak di Cikarang Timur. “Tracking, tracing dan tes secara masif sedang kami lakukan terhadap mereka yang berkontak erat dengan buruh yang terkomfirmasi positif tersebut,” ungkapnya.

Penambahan kasus baru ini menjadi babak tersendiri bagi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, hampir satu pekan tidak ada penambahan kasus didaerah yang memiliki kawasan industri terbesar di Indonesia. Bahkan, sebelumnya menyisakan sembilan pasien, sisanya sembuh.

Dengan ditemukan klaster baru ini, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi menjadi 263 kasus, sebanyak 217 pasien di antaranya sembuh dan 20 pasien meninggal dunia. Sedangkan pasien aktif menjadi 26 pasien, sebanyak 15 pasien dirawat di rumah sakit dan 11 orang isolasi mandiri.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, dengan penambahan kasus ini, Kabupaten Bekasi masih berada di zona kuning. “Kami pastikan pemerintah terus bekerja keras untuk menekan penyebaran. Kami minta warga untuk patuh dan mengedapankan protokol kesehatan,” imbaunya.