Biden Jadi Presiden AS Dinilai Bakal Genjot Investasi ke Indonesia

  • 0

Biden Jadi Presiden AS Dinilai Bakal Genjot Investasi ke Indonesia

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Ekonom sekaligus Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, memprediksi kemenangan Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020 akan berdampak baik bagi ekonomi Indonesia. Salah satunya peningkatan realisasi Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung dari AS ke Tanah Air.

“FDI AS maupun portofolio di beberapa negara berkembang akan meningkat, termasuk rencana untuk investasi di Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Merdeka.com, Senin (9/11).

Piter mengatakan, kebijakan Biden yang menginginkan adanya kenaikan corporate tax menjadi 28 persen dari 21 persen bagi perusahaan dari luar AS akan mendorong realisasi FDI AS di sejumlah negara berkembang. Sebagaimana yang disampaikannya dalam presentasi atas rencana kebijakan ekonomi berjudul Made in All of America.

Di sisi lain, di bawah kepemimpinan presiden asal partai Demokrat itu diyakini akan meningkatkan kerja sama ekspor bersama Indonesia. Sehingga membuka peluang terjadinya kenaikan harga produk komoditas yang selama ini menjadi andalan ekspor indonesia.

“Khususnya produk-produk non-migas ke Amerika Serikat. Ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Kendati demikian, Piter memastikan siapapun presiden AS yang terpilih tidak akan memberikan jaminan terhadap ekonomi Indonesia dalam jangka menengah panjang. Untuk itu, Pemerintah Indonesia diminta tetap fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 guna mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

“Siapapun yang menang maka efeknya kita hanya akan temporer, menurut Saya begitu. Sehingga dalam jangka waktu yang lebih panjang, perekonomian Kita lebih dipengaruhi oleh Kita sendiri termasuk dipengaruhi bagaimana kita menanggulangi pandemi,” tutupnya.

Rupiah dan IHSG Diprediksi Menguat

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar Rupiah terus menguat hingga menembus level Rp13.500 per USD pada pekan ketiga November 2020. Serupa, Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) juga akan terus menghijau sampai level 5.600 di periode yang sama.

Menurutnya, penguatan nilai tukar mata uang garuda dan IHSG tak lepas dari terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat. Setelah mengalahkan presiden inkumben Donald Trump pada Pilpres AS 2020.

“Joe Biden menang Pemilu AS membuat harapan masyarakat menjadi kenyataan. Karena ada semangat baru untuk melahirkan sejumlah kebijakan yang lebih baik bagi perekonomian dunia dan pasar keuangan,” kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Senin (9/10).

Ibrahim mengungkapkan, di bawah kepemimpinan presiden asal partai Demokrat itu diyakini AS akan meningkatkan realisasi Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung ke sejumlah negara berkembang. Termasuk Indonesia.

“Peluang ini lah yang direspons positif oleh pasar, sehingga akan banyak dana asing ke Indonesia. Masuknya dana asing ke Indonesia akan menguatkan nilai tukar rupiah juga IHSG,” paparnya.


Leave a Reply