Pimpin Demo, Andi Gani Siap Diberhentikan Sebagai Komut PT PP

  • 0

Pimpin Demo, Andi Gani Siap Diberhentikan Sebagai Komut PT PP

Category : Uncategorized

Jakarta, Beritasatu.com – Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) berunjuk rasa ke DPR menyampaikan tuntutan terkait rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja pada Rabu (12/2/2020).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea langsung memimpin aksi unjuk rasa tersebut dan turut menemui Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, Wakil Ketua Komisi IX DPR Sri Rahayu, serta anggota Komisi IX DPR Obon Tabroni dan Rahmat Handoyo guna menyampaikan tuntutan para buruh.

Terkait jabatannya yang saat ini sebagai presiden komisaris PT PP (Persero) Tbk, Andi Gani mengaku ikhlas dan siap dengan segala risikonya, seperti diberhentikan kalau tindakannya dianggap bersalah karena memimpin demo buruh. Menurut dia, apa yang telah dilakukannya adalah membela kepentingan buruh.

“Persahabatan saya dengan Pak Joko Widodo (Jokowi) juga akan tetap terjaga. Saya yakin Pak Jokowi tahu saya melakukan ini sebagai bentuk demokrasi yang hakiki,” ungkap Andi Gani kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Andi Gani menjelaskan, tuntutan para buruh soal omnibus law kepada pimpinan DPR. Pertama, Andi Gani meminta unsur buruh harus masuk ke dalam tim pembahasan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

“Kami minta unsur buruh masuk dalam tim pembahasan omnibus law karena sejak awal, unsur buruh tidak pernah diajak bicara sehingga banyak rumor tidak jelas soal omnibus law,” kata Andi Gani.

Andi Gani menilai, KSPSI sebagai konfederasi terbesar buruh dan dianggap yang paling dekat dengan pemerintah saja tidak pernah diajak dialog. Dia melihat situasi ini tidak normal.

“Harusnya buruh diajak bicara. Bukan diundang untuk diberitahukan bahwa ini sudah selesai. Sangat berbeda. Kami ingin masuk ke dalam pembahasan. Mengidentifikasi masalah satu persatu. Bisa berargumentasi dan mengusulkan secara langsung,” ujarnya.

Kedua, kata Andi Gani, jangan sampai aturan ini justru merugikan bagi buruh. Andi Gani berharap DPR bisa menerima masukan dari buruh agar bisa terealisasi.

“Saya mengingatkan pemerintah masih akan terjadi gejolak di buruh Indonesia, karena dari awal sepertinya ada yang disembunyikan,” jelasnya.

Andi Gani mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota KSPSI yang telah melaksanakan aksi unjuk rasa damai besar-besaran dengan damai dan tertib.


Leave a Reply