Purwakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Pusdiklat KSPSI, Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (21/2/2026). Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan pemerintah siap terus membuka ruang dialog dengan serikat pekerja.
“Di usia ke-53 ini, KSPSI sudah membuktikan konsistensinya dalam perjuangan buruh. Pemerintah memandang serikat pekerja sebagai mitra strategis,” kata Yassierli di hadapan ribuan buruh yang hadir.
Ia menyebut hubungan industrial yang sehat hanya bisa dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Menurutnya, pendekatan dialog menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Dorong Perlindungan Pekerja
Menaker juga menyinggung pentingnya penguatan perlindungan pekerja, termasuk upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Pemerintah, kata dia, terus melakukan harmonisasi regulasi agar perlindungan tenaga kerja semakin kuat dan adaptif terhadap dinamika dunia kerja.
“Kita ingin pekerja Indonesia tidak hanya terlindungi, tapi juga memiliki daya saing,” ujarnya.
Tantangan Global dan Peningkatan Kompetensi
Dalam kesempatan itu, Yassierli mengingatkan tantangan global dan transformasi industri yang menuntut peningkatan kompetensi tenaga kerja. Ia mendorong agar serikat pekerja turut berperan aktif dalam peningkatan keterampilan dan produktivitas anggotanya.
Acara tasyakuran HUT ke-53 KSPSI berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Sejumlah tokoh nasional dan perwakilan buruh dari berbagai daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Menutup sambutannya, Yassierli berharap KSPSI terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan tetap mengedepankan dialog dan persatuan.
