Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkap adanya dugaan penyusupan dalam rangkaian aksi May Day yang berlangsung di sejumlah daerah.
Menurut Andi Gani, indikasi tersebut terlihat dari munculnya kelompok-kelompok yang tidak dikenal sebagai bagian dari serikat pekerja, namun mencoba memanfaatkan momentum May Day untuk memicu kericuhan. Ia menegaskan bahwa gerakan buruh memiliki komitmen kuat untuk menjaga aksi tetap damai, tertib, dan berfokus pada perjuangan kesejahteraan pekerja.
“Gerakan buruh Indonesia tidak pernah mengajarkan tindakan anarkis. Jika ada kericuhan, patut diduga itu bukan bagian dari buruh, melainkan adanya penyusupan oleh pihak-pihak yang ingin merusak momentum perjuangan,” ujar Andi Gani.
Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran serikat pekerja untuk mengedepankan aksi damai serta menjaga ketertiban selama peringatan May Day. Bahkan, koordinasi dengan aparat keamanan juga dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan kondusif.
Andi Gani juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang sigap mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Ia menilai sinergi antara serikat pekerja dan aparat menjadi kunci sukses terselenggaranya May Day yang aman.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh buruh agar tetap waspada terhadap provokasi dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak luar yang mencoba memanfaatkan situasi. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah gerakan buruh sebagai kekuatan moral yang memperjuangkan hak-hak pekerja secara bermartabat.
“May Day adalah momentum perjuangan, bukan ajang kerusuhan. Kita harus menjaga citra gerakan buruh sebagai gerakan yang dewasa, solid, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dengan adanya dugaan penyusupan tersebut, ia berharap semua pihak dapat meningkatkan kewaspadaan agar peringatan May Day ke depan tetap menjadi ruang aspirasi yang positif dan konstruktif bagi pekerja di Indonesia.
