Surabaya — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan ribuan buruh di Jawa Timur dalam rangka agenda Safari Ramadan bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh elemen bangsa, termasuk buruh, menjaga persatuan dan kesatuan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Kegiatan silaturahmi ini digelar di kantor DPD KSPSI Jawa Timur, Surabaya. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Polri, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, serta unsur pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi penting karena merupakan salah satu basis buruh terbesar di Indonesia.
Kapolri mengatakan kehadirannya di Jawa Timur juga merupakan bentuk perhatian terhadap aspirasi buruh. Ia mengaku sebelumnya sering diingatkan oleh pimpinan KSPSI agar datang langsung dan bertemu dengan para pekerja di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyoroti situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, dalam situasi seperti ini seluruh elemen bangsa perlu menjaga soliditas dan bekerja sama agar Indonesia mampu menghadapi tekanan ekonomi global.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas industri dan mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satunya melalui kebijakan hilirisasi dan industrialisasi yang bertujuan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Kapolri juga mengajak buruh untuk bersama-sama menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Menurutnya, industri yang sehat akan berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja.
Selain itu, Polri juga berkomitmen memperkuat Desk Ketenagakerjaan Polri mulai dari Mabes hingga tingkat daerah untuk membantu penyelesaian permasalahan hubungan industrial. Kapolri menegaskan bahwa jika buruh memiliki hak, maka hak tersebut harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk dukungan kepada para pekerja, Kapolri juga meminta jajaran kesehatan Polri membuka akses layanan di rumah sakit Polri bagi buruh dengan pelayanan yang maksimal.
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, dan kalangan buruh untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
