KBB Jadi Pilot Project Program Padat Karya Dampak Covid-19 oleh Kemnaker

  • 0

KBB Jadi Pilot Project Program Padat Karya Dampak Covid-19 oleh Kemnaker

Category : Uncategorized

DARA | BANDUNG – Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dijadikan pilot project program padat karya pertanian oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Program yang melibatkan 120 orang petani dari wilayah KBB tersebut, sebagai salah satu upaya pemerintah pusat dalam mendongkrak sektor ekomoni pascapandemi Covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah mengatakan, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja. Namun dampaknya meluas ke berbagai sektor, terutama sektor ketenagakerjaan.

Ia mengungkapkan, pascapandemi ini tiga juta lebih karyawan terpaksa dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah, berupaya mengatasi persoalan ketenagakerjaan ini, salah satunya dengan program padat karya.

Kali ini, pemerintah pusat memilih KBB untuk program padat karya pengembangan pertanian.

“Jika program ini berhasil, kita akan kembangkan hal yang sama di kabupaten/kota lain. Saya yakin dan percaya bahwa KBB memang layak menjadi percontohan,” ujarnya, saat menandatangani Nota Kesepahaman/ Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian di lingkup Pemda KBB, Minggu (19/7/2020).

Pihaknya, mengarahkan masyarakat dengan mengembangkan pertanian melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pertanian di KBB. Program tersebut menargetkan para petani yang terkena dampak wabah Covid-19, untuk bangkit kembali dan diharapkan bisa memulihkan kondisi perekonomian.

Namun dalam pelaksanaan program padat tersebut kata Ida, perlu adanya sinergitas antara semua stakeholder untuk menjaga ketahanan nasional.

“Saya yakin dan percaya bahwa dalam menghadapi Covid-19 yaitu dengan membangun solidaritas diantara kita antara pemerintah pusat dan daerah,” tegas Ida.

Sementara, dalam MoU program padat karya tersebut Kementerian Ketenagakerjaan akan menyiapkan instruktur, pelatihan pengolahan lahan, penyediaan benih tanaman, pupuk, dan pendampingan untuk memastikan pascapanen dapat diserap oleh pasar, yang pada gilirannya akan menguntungkan petani. Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Menteri Ida dengan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Umbara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa lahan yang dipersiapkan untuk program padat karya pertanian ini, tersedia 10 hektar. Lokasinya berada di lingkungan Komplek Perkantoran KBB Jalan Raya Cisarua-Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

“Kita punya lahan untuk program ini 10 hektar. Untuk urusan bibit, pelatihan dan segala macamnya oleh Kemanaker. Kita akan lihat perkembangannya selama 3 bulan ke depan,” ujar Umbara.

Jika program tersebut berhasil, maka Kemnaker siap membantu segala sesuatunya berlipat-lipat dari lahan awal percontohan. Kata Umbara, untuk pelaksanaannya bisa di lahan-lahan milik Pemda atau lahan carik desa.

Diungkapkan Umbara, penggunaan lahan di komplek pemda tersebut bersifat sementara. Jika suatu saat lahannya dibangun, bisa dialihkan ke lahan-lahan lainnya.

“Ini kan bagi warga yang terdampak Covid-19. Tapi kalau memang hasilnya bagus, Bu Menteri siap membuka lahan lainnya dengan program yang sama,” ujar orang nomor satu di KBB ini.


Leave a Reply