0 0
Read Time:54 Second


Merdeka.com – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyatakan industri kreatif diproyeksikan akan mencetak 18 juta lapangan kerja yang berasal dari beragam industri, mulai dari kuliner, fesyen hingga hiburan.

“Diproyeksikan industri kreatif akan cetak 18 juta lapangan kerja. Pertumbuhan industri kreatif ini sangat pesat, diatas 5 persen, dan berkontribusi besar untuk ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/4).

Industri kreatif yang tumbuh paling pesat di antaranya industri fesyen, hiburan (film dan games) serta kuliner. Sementara menurut Triawan, faktor pendorong berkembang pesatnya industri kreatif adalah hadirnya digitalisasi, akses permodalan dan akses pasar serta infrastruktur yang memadai.

Untuk akses permodalan, industri kreatif masih mengandalkan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, adanya beberapa hasil filantropi seperti donasi, bantuan dan lainnya serta Corporate Social Resposibility (CSR) juga turut digunakan sebagai modal usaha.

“CSR ini dimanfaatkan sebisa mungkin untuk dukung operasional industri kreatif, supaya tidak mengandalkan KUR saja,” tutupnya.

Industri kreatif kini semakin berkembang. Berdasarkan laporan OPUS Outlook 2019, tahun 2016 saja kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 7,44 persen. Hal tersebut tentu searah dengan terciptanya lapangan kerja.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By kspsi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.