0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 tetap sebesar 5,3% atau sesuai dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada nota keuangan. Target pertumbuhan ini tidak diubah meski saat ini tantangan dari global terus menekan kurs mata uang rupiah.

Sri Mulyani menceritakan, tantangan perekonomian Indonesia dan negara berembang lainnya masih didominasi dari eksternal, yakni perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China, kebijakan normalisasi moneter AS mulai dari kenaikan suku bunga dan pengembalian arus modal keluar dari negara berkembang.

“Untuk 2019, kami masih menggunakan growth 5,3%,” kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Baca juga: Rupiah Lemah Bikin APBN Untung atau Rugi? Ini Kata Sri Mulyani

Komposisi pertumbuhan ekonomi tersebut, kata Sri Mulyani akan ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga di level 5,1%, konsumsi pemerintah 5,4%, investasi di level 7%, ekspor 6,3%, dan impor 7,1%.

“Ini nggak berubah dari nota keuangan, karena untuk menghadapi down size risk,” jelas dia.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,3% di 2019 juga tidak beda jauh dengan ramalan dari lembaga internasional.

Seperti Bank Dunia yang memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,2%, OECD sebesar 5,3%, IDB sebesar 5,3%, dan IMF sebesar 5,4%.

“Mereka akan melakukan update forecast dengan berbagai yang kami sampaikan,” tutup dia.

Baca juga: Penerimaan Negara Rp 1.152 T, Capai 60% dari Target

Saksikan juga video ‘Soal Imbas Krisis Turki, Sri Mulyani: Ekonomi RI Kita Jaga’:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By kspsi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.