0 0
Read Time:5 Minute, 14 Second

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan pentingnya solidaritas buruh internasional, perlindungan ketenagakerjaan, dan antisipasi dampak AI serta robotika terhadap masa depan pekerja.

JAKARTA, 26 Oktober 2026 — Indonesia kembali menjadi pusat perhatian gerakan serikat pekerja internasional setelah para pimpinan organisasi buruh dari berbagai negara berkumpul dalam forum International Trade Union Confederation–Asia Pacific (ITUC-AP) 28th Regional General Council, yang berlangsung di Jakarta pada 25–26 Oktober 2026.

Pertemuan internasional tersebut menjadi momentum penting bagi gerakan buruh Indonesia dalam memperkuat solidaritas lintas negara, memperjuangkan perlindungan ketenagakerjaan, serta merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum General Council ITUC-AP di Indonesia merupakan peristiwa bersejarah bagi gerakan serikat pekerja nasional.

Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tempat berkumpulnya para pimpinan serikat buruh Asia Pasifik dalam forum General Council tersebut.

Menurut Andi Gani, pertemuan ini memiliki arti strategis karena mempertemukan pimpinan serikat pekerja dari berbagai negara untuk membahas program dan agenda perjuangan organisasi buruh internasional.

Forum tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari jaringan solidaritas pekerja global.

Pimpinan Serikat Pekerja dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Pertemuan ITUC-AP 28th Regional General Council diikuti delegasi serikat pekerja dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Selandia Baru, India, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Pakistan, Turki, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Fiji, dan Palestina.

Kehadiran para pimpinan serikat pekerja tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

Selama dua hari, forum membahas sejumlah agenda strategis, termasuk peningkatan kesejahteraan pekerja, penguatan perlindungan hak-hak ketenagakerjaan, serta dampak perkembangan teknologi terhadap keberlangsungan pekerjaan.

Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman dan strategi perjuangan serikat pekerja dari berbagai negara.

Di tengah perubahan ekonomi global, solidaritas lintas negara dinilai semakin penting, terutama ketika persoalan ketenagakerjaan tidak lagi terbatas pada wilayah nasional, tetapi juga berkaitan dengan rantai pasok industri dan perkembangan teknologi internasional.

Serikat Buruh Internasional Dukung UU Perlindungan Ketenagakerjaan Indonesia

Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.

Andi Gani menyampaikan bahwa para pimpinan serikat pekerja yang tergabung dalam ITUC-AP memberikan dukungan terhadap Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI.

Dukungan internasional tersebut dinilai menjadi penguatan moral bagi gerakan buruh Indonesia yang selama ini memperjuangkan pembaruan regulasi ketenagakerjaan.

Menurut Andi Gani, dukungan dari organisasi serikat pekerja internasional menunjukkan bahwa perjuangan perlindungan hak-hak buruh di Indonesia juga mendapatkan perhatian dari gerakan pekerja dunia.

Namun, perjuangan tidak berhenti pada persetujuan undang-undang.

Pengawalan terhadap proses pembentukan aturan pelaksana menjadi tahapan penting untuk memastikan substansi perlindungan pekerja dapat diterapkan secara efektif.

Kerja sama internasional diharapkan turut memperkuat kapasitas serikat pekerja Indonesia dalam memperjuangkan kebijakan ketenagakerjaan yang memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan kesejahteraan bagi pekerja.

Solidaritas Tanpa Batas, KSPSI Salurkan Donasi untuk Buruh Palestina

Selain membahas agenda ketenagakerjaan, pertemuan tersebut juga menjadi momentum penguatan solidaritas internasional.

Dalam forum ITUC-AP, KSPSI menyerahkan bantuan solidaritas sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat kepada serikat pekerja Palestina.

Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan donasi dari anggota KSPSI di berbagai daerah di Indonesia.

Andi Gani menjelaskan bahwa bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap perjuangan serikat pekerja Palestina yang menghadapi situasi sulit.

Penyerahan donasi tersebut menunjukkan bahwa solidaritas gerakan serikat pekerja tidak dibatasi oleh perbedaan negara, bahasa, maupun latar belakang.

Dalam gerakan buruh internasional, perjuangan untuk memperoleh pekerjaan layak, perlindungan sosial, dan kehidupan bermartabat merupakan kepentingan bersama.

Melalui bantuan tersebut, KSPSI menunjukkan komitmennya untuk terus membangun solidaritas kemanusiaan dan hubungan antargerakan pekerja di tingkat internasional.

AI dan Robotika Menjadi Ancaman Baru bagi Keberlangsungan Pekerjaan

Selain membahas solidaritas dan perlindungan ketenagakerjaan, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta teknologi robotika menjadi salah satu isu penting dalam forum ITUC-AP.

Andi Gani mengingatkan bahwa perkembangan teknologi otomatisasi dapat membawa perubahan besar terhadap kebutuhan tenaga kerja manusia.

Menurutnya, penerapan AI dan robotika yang tidak diimbangi kebijakan perlindungan pekerja berpotensi menyebabkan berkurangnya kesempatan kerja pada sejumlah sektor industri.

Ia bahkan memberikan gambaran bahwa satu robot berpotensi menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh ratusan tenaga kerja manusia.

Pernyataan tersebut menjadi peringatan mengenai besarnya dampak otomatisasi terhadap struktur ketenagakerjaan, meskipun tingkat penggantian pekerjaan dalam praktiknya bergantung pada jenis teknologi dan karakteristik industri.

Andi Gani menegaskan pentingnya perhatian pemerintah di berbagai negara terhadap penggunaan AI dan robotika dalam dunia kerja.

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diatur agar tidak mengabaikan kepentingan dan keberlangsungan pekerjaan manusia.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian serikat pekerja di berbagai negara industri, termasuk Jepang, Korea Selatan, Australia, dan sejumlah negara Eropa.

Kemajuan Teknologi Harus Berjalan Seiring Perlindungan Pekerja

Perkembangan AI dan robotika merupakan bagian dari transformasi industri yang membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia ketenagakerjaan.

Di satu sisi, teknologi mampu meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta keselamatan kerja.

Namun, di sisi lain, otomatisasi juga dapat mengubah kebutuhan keterampilan dan struktur pekerjaan.

Karena itu, penerapan teknologi perlu disertai kebijakan yang memastikan pekerja mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi.

Program peningkatan keterampilan (upskilling), pelatihan ulang (reskilling), perlindungan sosial, serta keterlibatan serikat pekerja dalam dialog sosial menjadi aspek penting dalam menghadapi perubahan tersebut.

Dalam konteks hubungan industrial, serikat pekerja memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa transformasi teknologi tidak hanya berorientasi pada efisiensi perusahaan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan masa depan tenaga kerja.

Peningkatan produktivitas industri diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, termasuk pekerja yang selama ini berkontribusi terhadap keberlangsungan perusahaan.

Perkuat Solidaritas Global untuk Masa Depan Pekerja

Penyelenggaraan ITUC-AP 28th Regional General Council di Jakarta menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama gerakan serikat pekerja Indonesia dengan organisasi buruh internasional.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan hak pekerja, kesejahteraan, hingga dampak perkembangan teknologi, membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas negara.

Bagi gerakan serikat pekerja Indonesia, dukungan internasional terhadap perjuangan pembaruan regulasi ketenagakerjaan menjadi dorongan untuk terus memperkuat konsolidasi dan pengawalan kebijakan.

Sementara itu, solidaritas terhadap pekerja Palestina menunjukkan bahwa perjuangan buruh juga memiliki dimensi kemanusiaan yang melampaui batas negara.

Melalui forum internasional tersebut, para pimpinan serikat pekerja diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama, bertukar pengalaman, dan mengembangkan strategi bersama untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

Sebab masa depan dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara, pengusaha, dan serikat pekerja dalam memastikan bahwa setiap manusia memperoleh kesempatan bekerja, perlindungan, serta kehidupan yang layak dan bermartabat.

Sumber: Rakyat Merdeka (RM.id), 26 Oktober 2026.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By kspsi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *