Unilever Beberkan Manfaat Kesetaraan Gender dalam Setiap Keputusan Bisnis

  • 0

Unilever Beberkan Manfaat Kesetaraan Gender dalam Setiap Keputusan Bisnis

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Nilai-nilai kesetaraan dan keberagaman dimanfaatkan PT Unilever Indonesia Tbk untuk membangun bisnis lebih baik.

Director of Foods and Refreshments, Hernie Raharja, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Dewan Kesetaraan, Keberagaman, dan Inklusi perusahaan mengungkapkan, nilai-nilai itu membawa dampak positif bagi perseroan.

Dia mencontohkan, bekerja dengan orang yang berbeda pandangan mungkin akan lebih sulit menyatu. Tapi pandangannya bisa lebih banyak menciptakan solusi maupun ide kreatif dalam setiap keputusan strategis yang diambil.

Hal ini tentu berdampak baik bagi penciptaan produk maupun langkah besar yang dipertimbangkan perseroan.

“Memang lebih gampang kerja sama orang yang sama dengan kita, yang mirip. Tapi sebenarnya kita enggak lebih kreatif. Problem sekarang kan lebih kompleks. Jadi setiap orang itu membawa kacamata dan membuat dunia lebih berbeda,” kata Hernie dalam webinar, Senin (7/6/2021).

Hernie menuturkan, perseroan secara langsung sudah mengamalkan nilai-nilai kesetaraan dan keberagaman dan menikmati hasilnya.

Salah satu implementasinya adalah mengangkat perempuan ke dalam jajaran direksi perseroan. Jumlah perempuan ini disetarakan dengan jumlah pemimpin laki-laki sehingga tercipta kesempatan yang sama.

Hernie bilang, ada banyak manfaat dari proporsi semacam itu. Saat membuat keputusan besar, hasilnya jadi lebih sesuai untuk semua gender karena perseroan memiliki suara yang sama antara laki-laki dan perempuan.

“Cara laki-laki dan perempuan itu berbeda melihat dunia. Dari segi leadership, perempuan akan membawa hal yang berbeda dengan pemimpin laki-laki. Thats why makanya untuk bisnis itu akan lebih baik,” beber dia.

Pada tahun-tahun mendatang, perseroan berkomitmen menciptakan proporsi yang setara dalam semua segmen/lini bisnis, seperti di bidang sales maupun supply chain yang selama ini didominasi laki-laki.

Untuk itu, perusahaan tengah melatih sumber daya perempuan berada di garis terdepan. Para pemimpin ini dituntut untuk mengimplementasi asas-asas kesetaraan, misalnya cara efektif meng-handle bullying sesama rekan kerja di kantor.

“Itu yang kami pupuk sekali, bagaimana menciptakan female leader. Untuk female kita akan lakukan by standard intervention supaya mengenali bullying apalagi yang menjurus ke harassment agar tidak menjadi lebih buruk memberikan efek psikologis yang tidak baik,” pungkasnya.


Leave a Reply