30 Pekerjadi di PHK Jelang Lebaran, Disnaker Bontang akan Panggil Perusahaan

  • 0

30 Pekerjadi di PHK Jelang Lebaran, Disnaker Bontang akan Panggil Perusahaan

Category : Uncategorized


BONTANG — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang menerima laporan adanya praktik nakal dari salah satu perusahaan di proyek pembangunan PLTU 2×100 Megawatt di Teluk Kadere, Kecamatan Bontang Selatan.

Sebanyak 30 karyawam PT Budi Bakti Prima mengaku diputus kontrak kerja secara sepihak dari perusahaan pada, Sabtu (25/5/2019) kemarin.

Dikabarkan, para pekerja asal Bontang ini tidak menerima uang pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Kami terima laporan ada perusahaan lakukan PHK secara sepihak, akan kami panggil mereka (karyawan dan perusahaan) ,” ujar Kadis Disnaker melalui Kabid Hubungan Industrial, M Syaifullah saat ditemui tribunkaltim di kantornya, Selasa (28/5/2019).

Syaiful menjelaskan, laporan ini diterima seusai menggelar sidak ke perusahaan di lokasi proyek PLTU. Para karyawan menuntut agar hak-hak mereka dibayarkan termasuk uang pesangon.

Di dalam aturan karyawan yang menerima PHK dalam durasi 30 hari sebelum hari raya masih berhak menerima THR.

“Makanya besok kami gelar mediasi, agar perusahaan menuntaskan hak-hak karyawan. Kami juga minta alasan pemutusan kontrak itu,” ujar Syaiful kepad wartawan.

Dikonfirmasi terpisah, Site Manager PT Budi Bakti Prima, Amiruddin membenarkan adanya penghentian kontrak kerja kepada 30 orang karyawan asal Bontang.

Namun, pemutusan kontrak ini dilakukan lantaran masa kontrak karyawan telah usai.

Amiruddin menjelaskan, pemutusan kontrak hanya sementara saja, setelah Hari Raya Idul Fitri nanti, perusahaannya bakal kembali memanggil para karyawan untuk bekerja, namun dengan kontrak kerja baru.

“Mereka akan dipanggil lagi kok, tapi nanti ada pasal di kontrak yang mengatur agar lebih tertib dan disiplin,” ujarnya.

Sedangkan uang THR bagi karyawan akan tetap dibayarkan. Manajemen perusahaan telah setuju bakal membayar THR karyawan, paling lambat mereka terima, Rabu (29/5) esok.

“Jadi tidak benar kami PHK karena tak ingin bayarkan THR karyawan,” ujar Amiruddin saat dikonfirmasi berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Terkait pesangon kepada puluhan karyawan, pihaknya masih mengupayakan pembayaran tersebut.

Untuk informasi, PT Budi Bakti Prima merupaka perusahaan asal Jakarta. Menjadi sub kontraktor PT Chengda di lokasi proyek PLTU.

Jenis pekerjaan yang dikerjaka yakni pembangunan sipil, ke depan bakal mengerjakam pemipaan dan interior ruangan.

Perusahaan ini menggadeng mandor-mandor untuk pengadaan man power. Perusahaan ini memperkerjakan ratusan karyawan untuk jenis pekerjaan sipil. (*)


Leave a Reply