Dirut PT BIM: Karyawan Lain Juga Tak Dapat Gaji Sejak November 2017, Tetapi Tidak Mengeluh

  • 0

Dirut PT BIM: Karyawan Lain Juga Tak Dapat Gaji Sejak November 2017, Tetapi Tidak Mengeluh

Category : Uncategorized


BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTPURA — Karyawan PT Banjar Intan Mandiri (BIM) tidak menerima gaji sejak November 2017 lalu hingga sekarang. Meski demikian, total karyawan PT BIM sebanyak 19 orang termasuk direksi tetap bekerja seperti biasa.

Direktur Utama PT BIM, Ahmad Yahni ketika dikonfirmasi mengatakan, seseorang yang mengatasnamakan karyawan PT BIM mengeluhkan di media sosial yang tidak menerima gaji selama satu tahun tiga bulan disebutnya oknum. Dia beralasan, yang bersangkutan sudah tidak masuk kerja.

Status oknum karyawan tersebut sudah bergabung di PT BIM sejak perusahaan itu berdiri dan jabatan direktur utama dijabat oleh Gusti Hairansyah. Sebelumnya bertugas sebagai sopir direktur utama terdahulu, namun karena ada pergantian dirut dan perusahaan belum berjalan sehingga belum ada penempatan khusus.

“Kami belum mengambil tindakan kepada oknum karyawan tersebut, karena belum ada aktifitas pekerjaan tetapi yang bersangkutan sudah beberapa kali kami peringatkan untuk hadir seperti yang lain,” katanya, Selasa (11/12/2018).

Ditemui di kantornya, Ahmad Yahni mengatakan, tidak benar jika oknum tersebut mengatasnamakan karyawan lain karena yang lain masuk kantor, sedangkan yang mengeluh hanya satu orang saja. Dia mengakui, semua karyawan termasuk direksi memang tidak mendapat gaji dan semua memahami kondisi perusahaan bahwa ada kewajiban khusus dengan Kementerian ESDM yakni membayar jaminan reklamasi.

Pihaknya menyadari karena tidak memberikan gaji, maka memberikan kebebasan setelah tengah hari jika ada kesibukan lainnya. Ahmad Yahni optimistis, karena PT BIM mempunyai PKP2B maka dengan dua kali pengirima batu bara sudah bisa menutupi hutang gaji kepada karyawannya.

Diprediksinya dalam satu bulan PT BIM produksi batu bara sekitar 10 ribu matrix ton. Terlebih harga batu bara saat sekarang ini lagi bagus, maka tidaklah masalah membayar gaji karyawan yang besarannya menyesuaikan sebagai perusahaan daerah.

Ahmad Yahni menjelaskan, saat ini PT BIM tetap menjalankan aktifitasnya, sudah memiliki mitra yang tugasnya ada membebaskan lahan dan ada ekplorasi. Kembali ditegaskannya, tinggal membayar jaminan reklamasi sebesar Rp 11 miliar dan sudah meminta keringanan dengan Kementerian ESDM agar pembayaran bisa dilakukan bertahap yang mana nantinya dibantu oleh mitra kerja yakni PT Prima Sumberdaya Investasi, PT Berkat Bara Persada.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar, Safrin Noor mengatakan, dinasnya tidak pernah tutup mata terkait permasalahan yang dihadapi karyawan PT BIM selama satu tahun tiga bulan tidak mendapat gaji. Hanya saja hingga Selasa (11/12) belum ada yang konsultasi apalagi mengadu terkait permasalahan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pengusutan dugaan penyimpangan dalam penyertaan modal untuk perusahaan daerah PT Banjar Intan Mandiri (BIM) terus berrposes di Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar. Namun ternyata karyawan PT BIM mengeluhkan haknya yang belum dibayar oleh perusahaan tersebut.

Curahan hati karyawan PT BIM diungkapkan di akun Facebook bernama acun1819. Dirinya mengcapture telah mengirimkan pesan kepada Sekda Banjar, H Nasrun Syah bahwa haknya belum dibayar.

“Assalamualaikum pa sekda.. untuk kesekian kali nya ulun mlaporkan bahwa sampi saat ini kami karyawan PT BIM sudah satu tahun tiga bulan gajih atau hak kami tidak dbayar..sekira nya klo kada ke pian mlaporkan hal ini..siapa yg bisi nurani,ini masalah kemanusian dan..tolong sempat kan sdikit untuk masalah ini.. jgn hanyar acara2 prestise yg pian utamakan sedang kan nasib kami sdikit pun kdd yg memikirkan..mudahan pian kwa mmbantu kami,” tulisnya.

Pemilik akun Acun1819 juga menuliskan bahwa beberapa bulan lalu juga sudah menyampaikan keluhannya kepada Sekda Banjar, H Nasrun Syah namun ternyata tidak ada respon hingga sekarang. Menurutnya, Komisaris Perusahaan, I Gusti Nyoman Yudiana juga tidak peduli atas nasib para karyawan perusahaan yang didirikasn pecahan dari PT Baramarta itu. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)


Leave a Reply