Ini Industri yang Paling Rawan Diambil Alih Oleh Robot

  • 0

Ini Industri yang Paling Rawan Diambil Alih Oleh Robot

Category : Uncategorized


KOMPAS.com – Kekhawatiran mengenai pengambil alihan pekerjaan-pekerjaan tertentu oleh robot adalah hal yang lumrah bagi para pekerja di abad 21. Walau saat ini, belum semua pekerjaan di dunia telah diambil alih oleh robot.

Seperti dikutip dari lama Forum Ekonomi Dunia (WEF), Bridgewater Associates, sebuah yayasan yang didirikan oleh investor legendaris Ray Dalio baru saa merilis laporan mengenai perubahan hubungan antara tenaga kerja dengan permodalan di Amerika Serikat.

Salah satu hal yang disoroti dalam laporan tersebut adalah meningkatnya otomatisasi lintas industri. Menurut mereka, semakin maraknya otomatisasi bakal meningkatkan laba perusahaan di tahun-tahun mendatang.

Hal itu karena robot dan perangkat lunak yang bekerja dengan lebih efisien berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia yang lebih lambat dan rentan melakukan kesalahan.

Adapun data yang digunakan dalam laporan tersebut dikutip dari laporan yang dilakukan oleh McKinsey yang memrediksi jenis industri apa saja di AS yang paling rentan otomatisasi.

McKinsey mencatatkan, pekerjaan fisik pada lingkungan yang cenderung mudah diprediksi, seperti restoran cepat saji, atau pabrik dengan jalur perakitan, pemrosesan data dasar seperti melacak akuntansi pengganjian, bisa dengan mudah diotomatiasi menggunakan robot dan perangkat lunak yang saat ini sudah tersedia.

Adapun beberapa jenis pekerjaan lain seperti manajemen tenaga kerja, atau pekerjaan fisik yang lebih rumit, seperti membersihkan ruangan TK, bisa lebih sulit untuk digantikan dengan teknologi terkini.

McKinsey menunjukkan bahwa analisis mereka berfokus pada tugas-tugas apa yang berpotensi diambil alih oleh teknologi saat ini. Bukan berarti, pekerjaan tersebut bakal sepenuhnya dikerjakan oleh robot dan perangkat lunak.

Mereka yang memiliki usaha memiliki kecenderungan untuk mengalihkan ongkos tenaga kerja untuk investasi dalam mesin canggih.

Namun, laporan tersebut pun mencatat bahwa peningkatan penggunaan teknologi tidak selalu berarti bahwa pekerjaan di industri-industri ini dapat sepenuhnya hilang.

Hanya sedikit pekerjaan yang sepenuhnya terdiri dari tugas-tugas yang rentan terhadap otomatisasi, menurut McKinsey, dan jika mesin mulai melakukan tugas-tugas yang mereka kuasai, manusia dalam pekerjaan itu mungkin pada akhirnya bergeser ke pekerjaan lain yang mereka kuasai.

Laporan McKinsey menggunakan data dari Departemen Tenaga Kerja untuk memperkirakan berapa banyak waktu yang dihabiskan pekerja di berbagai sektor industri untuk melakukan berbagai jenis tugas, dan tugas mana yang secara teoritis dapat diotomatisasi menggunakan teknologi saat ini.

Berikut besaran waktu bekerja yang bisa diotomatisasi menurut industri (semakin besar persentase, semakin besar peran manusia yang bisa digantikan oleh robot atau perangkat lunak):
1. Jasa akomodasi dan makanan 73 persen
2. Pertanian 60 persen
3. Manufaktur 60 persen
4. Transportasi dan pergudangan 57 persen
5. Perdagangan ritel 53 persen
6. Pertambangan 51 persen
7. Jasa lainnya 49 persen
8. Konstruksi 47 persen
9. Perdagangan wholesale 44 persen
10. Utilitas 44 persen
11. Keuangan dan asuransi 43 persen
12. Seni, hiburan, dan rekreasi 41 persen
13. Real estate 40 persen
14. Administrasi 39 persen
15. Informasi 36 persen
16. Layanan asistensi kesehatan dan sosial 36 persen
17. Manajemen 35 persen
18. Profesional 35 persen
19. Pendidikan 27 persen


Leave a Reply