Karyawan Antara Tuntut Kenaikan Gaji dan Kejelasan Status Pegawai

  • 0

Karyawan Antara Tuntut Kenaikan Gaji dan Kejelasan Status Pegawai

Category : Uncategorized


TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah karyawan yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara menggelar demonstrasi di kantornya pada hari Kamis, 13 Desember 2018. Selain menuntut kenaikan gaji, mereka juga mempertanyakan status kepegawaian karyawan kontrak.

Ketua Serikat Pekerja Antara Abdul Ghofur mengatakan tuntutan yang diminta tidak berlebihan. Ia dan rekan-rekan mendesak kenaikan gaji karyawan Antara yang selama ini telah dijanjikan pada Januari 2018.

“Kami sudah dijanjikan kenaikan gaji sesuai dengan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) 2018, namun sampai sekarang belum ditandatangani oleh direksi,” kata Gofur, Kamis, 13 Desember 2018 di kantor Wisma Antara, Jakarta Pusat. “Gaji direksi naik terus-menerus sementara kami karyawan tidak mengalami kenaikan.”

Selain itu ada pegawai Antara yang telah mengabdi selama belasan tahun dengan status kontrak, namun hingga kini tak kunjung diangkat statusnya menjadi pegawai tetap. “Kami juga menuntut kepada perusahaan untuk mengangkat karyawan yang PKWT (Pekerja Kontrak Waktu Tertentu) atau kontrak menjadi PKWT atau tetap. Bahkan ada rekan kami yang telah mengabdi selama 16 tahun terus menerus dikontrak,” kata Gofur.

Demonstrasi tersebut merupakan aksi kedua setelah sebelumnya digelar pada 4 Desember 2018. Selain menuntut kenaikan gaji sesuai kesepakatan, pengangkatan karyawan honorer, serikat pekerja juga meminta penetapan perjanjian kerja bersama (PKB) 2018 sampai 2020.

Gofur menekankan demonstrasi yang diadakan bertepatan dengan ulang tahun kantor berita Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tidak bermaksud mencoreng nama baik perusahaan. “Kami tidak akan mengacaukan rumah kami sendiri karena kami juga bagian dari Antara. Di dalam sana sedang berpesta pora, tapi kami memilih untuk di sini memperjuangkan nasib teman-teman kita,” ujar Gofur.

Ke depan, Gofur berharap Kementerian BUMN selaku pemegang saham media Antara segera mengevaluasi kinerja direksi yang selama ini mengabaikan hak-hak karyawan. Ia juga menyindir acara ulang tahun ke 81 Antara yang merogoh kocek mendatangkan Band Kotak, namun tak bisa menaikkan gaji karyawan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan LKBN Antara Iswahyuni menyatakan pihak manajemen berencana menata ulang sumber daya manusia secara keseluruhan. “Direksi mulai bulan ini akan mulai penataan Sumber Daya Manusia (SDM) secara keseluruhan, termasuk penyelarasan kontrak umum dengan durasi satu waktu,” katanya pada Tempo, Kamis malam, 13 Desember 2018.

Iswahyuni menjelaskan, perusahaan mendasarkan proses pengangkatan status karyawan honorer menjadi karyawan tetap pada aturan, di antaranya harus sesuai kompetensi dasar dan kebutuhan strategis perusahaan. “Bulan ini akan melaksanakan assessment kompentensi dasar kepada seluruh karyawan kontrak non-redaksi,” ucapnya.

Sedangkan, kata Iswahyuni, assessment kompetensi dasar karyawan redaksi Kantor Berita Antara sudah sampai tahap seleksi. “Direksi akan melakukan pengangkatan karyawan kontrak awal tahun 2019.”


Leave a Reply