0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menargetkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada rentang Rp 13.700 hingga Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat. Angka tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan target 2018 sebesar Rp 13.400 per USD.

“Rata-rata nilai tukar Rupiah tahun 2019 diperkirakan berada dalam rentang Rp 13.700 hingga Rp 14.000 per USD,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Sri Mulyani mengatakan, target tersebut telah mempertimbangkan arah normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat yang mendorong kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve.

BACA JUGA
Rupiah Diramal Bisa Menguat ke 13.800 per Dolar AS, Asal..
Kemenkeu Tanggapi Sindiran Fadli Zon soal Rupiah hingga Utang
Sentimen Global Lebih Menekan Nilai Tukar Rupiah
“Kebijakan moneter di Amerika menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas dan pergerakan nilai tukar. Kebijakan moneter di Amerika Serikat juga akan mempengaruhi pergerakan arus modal secara global,”ujar dia.

Sri Mulyani mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah dalam rentang yang memadai tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik.

Depresiasi nilai tukar pada batas tertentu dapat berdampak positif bagi perbaikan daya saing produk ekspor Indonesia, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus terus mengupayakan perkembangan industri manufaktur dan termasuk pariwisata agar mampu memanfaatkan situasi tersebut,” ujar Sri.

Sri Mulyani menuturkan, Pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus mengelola stabilitas ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah. Hal tersebut agar tidak terjadi volatilitas yang merusak iklim usaha dan aktivitas ekonomi.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By kspsi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.