Monthly Archives: May 2020

  • 0

Begini Bahayanya Kalau Banyak Peserta Turun Kelas BPJS Kesehatan

Category : Uncategorized

Jakarta – Pemerintah telah menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan, per Juli nanti kelas I dan II akan naik besaran iurannya. Opsi penurunan kelas pun diberikan oleh pemerintah bagi yang tak lagi mampu membayar iuran kelas I dan II.

Namun, Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengingatkan dampak buruk apabila terjadinya gelombang penurunan kelas iuran BPJS Kesehatan. Menurutnya apabila masyarakat menumpuk di kelas III maka akan terjadi potensi berebut pelayanan kesehatan.

Pasalnya menurut Timboel jumlah pelayanan kesehatan di rumah sakit untuk pengguna kelas III terbatas, bahkan cenderung tak ada penambahan.

“Persoalannya kalau menumpuk ini akan menimbulkan keributan. Jadi rebutan kamar dan pelayanan. Ini kan jumlahnya sedikit, bertambah juga nggak, tapi demand-nya banyak,” jelas Timboel dalam webinar bersama BKF, Jumat (29/5/2020).

Namun lain ceritanya bagi masyarakat penerima bantuan iuran (PBI), mereka tidak bisa memilih naik kelas pelayanan karena dibiayai negara. Bagi PBI mereka hanya bisa sabar menunggu apabila harus antre.Hal ini menurut Timboel memicu adanya ketidakadilan. Dia mengatakan mungkin untuk peserta mandiri BPJS masih bisa dan diperbolehkan untuk memilih kenaikan kelas pelayanan saat di rumah sakit.

“Oke kalau yang peserta mandiri masih bisa ajukan kenaikan kelas, tambah biaya bisa. Nah kalau yang masyarakat miskin, yang PBI bagaimana? Ini kan jadi menimbulkan ketidakadilan,” ungkap Timboel.

Dari catatannya, Timboel memaparkan telah terjadi gelombang turun kelas yang signifikan sejak Oktober 2019 menuju Februari 2020. Setidaknya ada penurunan pada kelas I sebanyak 854.349 orang, namun dia tidak merinci turun ke kelas II atau ke kelas III. Sementara untuk kelas II yang turun ke kelas III ada penurunan kelas sebanyak 1.201.232 orang.


  • 0

Penjelasan soal Rencana 500 Pekerja China Masuk RI

Category : Uncategorized

Jakarta -Rencana pemakaian para tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk bekerja pada pabrik smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) jadi kontroversi. Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) berkomentar soal polemik TKA asing ini.

Menurut Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi pembicaraan yang berkembang di masyarakat menggiring opini publik seolah-olah TKA dimaksud akan menggeser para pekerja Indonesia.
 Padahal kenyataannya, ratusan TKA ini dipanggil hanya untuk membantu mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China.

Jodi menyebut bahwa TKA China ini hanya akan digunakan saat membangun smelter saja. Jumlahnya pun hanya sebagian kecil dari keseluruhan pekerja yang ada. Selebihnya, saat smelter sudah mulai beroperasi pekerja lokal yang digunakan di pabrik smelter.


  • 0

Pengusaha Wanti-wanti Pemerintah Soal “Timing New Normal”

Category : Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengusaha di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mewanti-wanti pemerintah terkait timing atau waktu memasuki kondisi normal baru atau new normal.

Kadin telah melakukan kajian-kajian dan evaluasi secara menyeluruh agar dunia usaha turut bersiap menghadapi era new normal. Hal itu disampaikan Kadin saat menerima kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini.

“Yang perlu diwaspadai adalah timing masa new normal ini, dilihat juga keadaan dari kesehatan itu apakah mulai membaik dan kurvanya melandai,” ujar Ketua Kadin Rosan P. Roelani dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Kadin menilai, pemerintah pusat perlu memastikan kesiapan pemerintah daerah menyambut new normal. Sebab Kadin menilai, belum semua daerah siap masuk ke era new normal.

“Status masing-masing daerah juga berbeda-beda, ada yang memang sudah siap atau masih belum siap menghadapi new normal. Nanti perlahan harus dilakukan evaluasi, tahapannya seperti apa, juga kesiapan industrinya,” kata dia.

Rosan mengatakan, perekonomian dapat dibuka secara perlahan berdasarkan hasil evaluasi karena pengusaha harus melakukan adaptasi.

Tak hanya itu, Rosan juga mengatakan pengusaha harus berinovasi dan berkreatifitas untuk menghadapi situasi new normal. Dia mengatakan, sektor industri padat karya harus menjadi prioritas.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang menurun, harus didorong secara perlahan agar padat karya ini menjadi prioritas terlebih dahulu. Padat karya harus dipastikan siap menghadapi new normal agar yang di-PHK angkanya bisa ditekan,” ucapnya.

Meski begitu, Kadin menilai keputusan pemerintah untuk menerapkan new normal sangat tepat. Sebab kata dia, new normal memberikan ruang gerak bagi pelaku usaha untuk menggerakkan kembali roda usahanya.


  • 0

RI Siap Sambut Kenormalan Baru, Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.610 per USD

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (29/5). Rupiah tercatat berada pada level Rp14.610 atau menguat sekitar 105 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp14.715 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan penguatan Rupiah disebabkan oleh era kehidupan baru (New normal) sedang disiapkan oleh pemerintah guna untuk memutar kembali roda perekonomian yang sempat terhenti akibat pandemi Virus Corona.

“Namun era kehidupan baru tersebut perlu ada pengawalan dari pemerintah agar sesuai dengan regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah sehingga pelaksanaan kegiatan nantinya benar-benar menuju kesebuah tatanan baru atau yang kita kenal dengan new normal,” ujarnya.

Disisi lain Bank Indonesia dalam paparan Perkembangan Ekonomi Terkini kemarin mengatakan sangat optimistis nilai tukar Rupiah saat ini masih undervalue, dan ke depannya akan kembali menguat ke nilai fundamentalnya atau kembali ke level sebelum pandemi penyakit Virus Corona terjadi di kisaran Rp 13.600 hingga Rp13.800 per USD.


  • 0

Kadin Sebut 6 Juta Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK Akibat Corona

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan tercatat ada 6 juta orang yang kena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perumahan akibat pandemi Corona. Angka PHK dan perumahan karyawan tersebut lebih besar dari angka yang disebutkan Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu 2 juta orang.

“Kebanyakan dirumahkan karena perusahaan tidak punya cashflow untuk PHK. Tekstil, hotel dan restoran terdampak paling besar,” ujar Shinta dalam diskusi virtual, Jumat (29/5).

Lanjut Shinta, industri yang paling banyak merumahkan karyawan ialah industri hotel dan restoran dengan jumlah mencapai 1,4 juta orang, sementara industri tekstil mencapai 2,1 juta orang Sementara di sektor transportasi darat terdapat 1,4 juta orang yang dirumahkan dan sektor ritel sekitar 400 orang. Hal itu juga diperparah dengan tutupnya mal dan pusat perbelanjaan.

Pekerja paruh waktu dinilai terluka paling dalam karena jumlahnya sangat besar dan tidak bisa menghadapi badai Corona. Pekerja paruh waktu kehilangan pekerjaan karena bisnis perusahaan terganggu.


  • 0

Ford Tiga Kali Tutup Pabrik Gara-gara Karyawan Positif Corona

Category : Uncategorized

Jakarta – Produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS), Ford menghentikan sementara pekerjaan di pabrik perakitan Kansas City Tueday setelah ada karyawan yang dinyatakan positif COVID-19.

Dikutip dari CNN, Kamis (28/5/2020), penutupan di pabrik hanya berlangsung satu jam, dan Ford menjadwalkan untuk menyelesaikan produksinya. Namun penutupan tersebut merupakan pertanda sulitnya memproduksi mobil sambil menjaga agar pekerja tetap aman dari pandemi COVID-19.

Itu adalah ketiga kalinya pabrik Ford melakukan penangguhan sementara dan sebagian pekerjaan sejak membuka kembali pabriknya di AS pada 18 Mei. Sebagian besar pabrik mobil AS ditutup selama hampir dua bulan dalam menanggapi wabah virus Corona.

“Keamanan tenaga kerja kami adalah prioritas utama kami. Dalam hal ini, protokol kami meminta kami untuk membersihkan dan mendisinfeksi area kerja karyawan, peralatan, area tim, dan jalur yang diambil karyawan saat berada di pabrik,” jelas Ford dalam pernyataannya.

Ford sebelumnya terpaksa menghentikan produksi di dua pabrik setelah karyawan dinyatakan positif COVID-19.

Analis otomotif GlobalData David Leggett menilai bahwa tiga kali penangguhan pekerjaan di pabrik Ford menunjukkan bahwa melanjutkan produksi di pabrik mobil tidak akan berjalan mulus ketika pandemi COVID-19.

“Pembuat kendaraan di seluruh dunia menghadapi masalah yang sama ketika mereka memulai kembali fasilitas manufaktur yang ditutup selama COVID-19 terkunci. Bahkan ketika puncak gelombang pertama COVID-19 infeksi telah berlalu, pandemi COVID-19 masih jauh dari kata selesai dan wabah segar dapat mengganggu aktivitas,” katanya.

Sebelumnya pabrik Ford di Chicago, yang tutup seminggu setelah tes menunjukkan positif COVID-19 terhadap dua karyawannya, harus kembali ditutup sebentar sehari kemudian ketika salah satu pemasoknya, Lear (LEA) memiliki tes positif di pabriknya sendiri. Ford juga menutup pabrik perakitan truk Dearborn pekan lalu setelah seorang pekerja dinyatakan positif COVID-19.

“Setiap gangguan pada perusahaan manufaktur di sepanjang rantai pasokan di mana pun di dunia akan berdampak pada orang lain,” tambah Leggett.


  • 0

KSPI Beberkan Kendala Penerapan Kenormalan Baru

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak pemberlakuan skema kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi covid-19. Sebab, pemberian kelonggaran untuk kembali bekerja dapat berisiko meningkatkan jumlah masyarakat yang terpapar virus covid-19.

“Saat ini saja ketika masih diberlakukan PSBB banyak yang tidak patuh. Apalagi jika diberi kebebasan,” kata Said dalam pernyataannya, Kamis (28/5).

Dia menjelaskan, ada lima fakta yang menjadi landasan penolakan. Pertama, jumlah orang yang positif corona masih terus meningkat. Bahkan pertambahan orang yang positif, setiap hari jumlahnya masih mencapai ratusan.

Kedua, sejumlah buruh yang tetap bekerja akhirnya positif terpapar corona. Seperti yang terjadi di PT Denso Indonesia dan PT Yamaha Music, diketahui terdapat pekerja yang meninggal akibat positif terpapar covid-19. Begitu juga di Sampoerna dan PEMI Tangerang, dilaporkan ada buruh yang menyandang status OPD, PDP, bahkan positif.

Ketiga, saat ini sudah banyak pabrik yang merumahkan dan melakukan PHK akibat bahan baku material impor makin menipis dan bahkan tidak ada. Seperti yang terjadi di industri tekstil, bahan baku kapas makin menipis. Di industri otomotif dan eletronik, suku cadang makin menipis. Di industri farmasi, bahan baku obat juga makin menipis. Sementara di industri pertambangan, jumlah ekspor bahan baku menurun.

“Fakta ini menjelaskan, new normal tidak akan efektif. Percuma saja menyuruh pekerja untuk kembali masuk ke pabrik. Karena tidak ada yang bisa dikerjakan, akibat tidak adanya bahan baku,” ujarnya.

Keempat, PHK besar-besaran yang terjadi di industri pariwisata, UMKM, dan sepinya order yang diterima transportasi online hingga kini belum ada solusi. Bahkan di industri manufaktur, ancaman PHK terhadap ratusan ribu buruh sudah di depan mata.

“Menghadapi situasi di mana sedang terjadi PHK besar-besaran, yang dibutuhkan bukan new normal. Adapun yang dibutuhkan saat ini adalah mempersiapkan solusi terhadap ancaman PHK, agar jutaan buruh bisa bekerja kembali. Tidak dengan meminta masyarakat mencari kerja sendiri,” imbuh dia.


  • 0

Jumlah Tenaga Kerja di Selandia Baru Anjlok karena Corona

Category : Uncategorized

Jakarta – Jumlah tenaga kerja di Selandia Baru turun hingga 37.500 pada April lalu. Hal tersebut akibat dampak virus Corona (COVID-19) dan pembatasan wilayan (lockdown) yang menghambat aktivitas sosial dan ekonomi di berbagai wilayah.

Melansir dari Reuters, Kamis (28/5/2020), Badan Statistik Selandia Baru mengatakan penurunan ini menjadi rekor terbesar sejak 20 tahun lalu. Kini, total pekerja yang diisi turun 1,7% selama periode April, dibandingkan bulan sebelumnya.

Selandia Baru juga telah mencatat rekor dengan nihilnya angka kasus virus Corona selama lima hari berturut-turut. Tercatat 1.500 kasus yang dikonfirmasi, dengan 21 orang meninggal dunia. Selandia Baru telah melakukan 267.435 pengujian untuk virus corona sejak Januari 2020.

Pada 2019 turunnya ketenagakerjaan pernah terjadi akibat persoalan tertundanya visa kerja tenaga asing dan pembatasan pekerja asing.

Bank sentral memperkirakan imigrasi pekerja turun ke angka 29.000 di 2021. Sebelumnya, di angka 40.000 di 2018 dan puncaknya 72.400 pada pertengahan 2017.

 


  • 0

Boeing PHK 6.000 Karyawan, CEO: Saya Berharap Ada Cara Lain…

Category : Uncategorized

NEW YORK, KOMPAS.com – Boeing berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 6.000 karyawannya pekan ini. PHK tersebut akibat dampak pandemi corona yang menyebabkan permintaan berkurang drastis.

Pemberhentian 6.000 karyawan tersebut sebagai upaya untuk memangkas biaya operasional pabrikan pesawat Amerika Serikat ini.

Sebelumnya Boeing memang sempat menyebut akan mengurangi jumlah karyawannya sebesar 10 persen dari total karyawan di tahun 2019 sebanyak 160.000 karyawan.

“Setelah pengumuman pengurangan karyawan yang kami buat bulan lalu, dan sekarang kita telah sampai pada saat yang tidak menguntungkan karena harus memulai PHK. Kami memberi tahu 6.770 anggota tim di AS pertama kami minggu ini bahwa mereka akan diberhentikan,” kata CEO Boeing Dave Calhoun seperti dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2020).

Dave juga mengisyaratkan bulan depan ada 5.520 karyawan Boeing lainnya telah disetujui untuk diberhentikan.

“Saya berharap ada cara lain. Bagi karyawan yang diberhentikan, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih pribadi saya atas kontribusi yang berikan kepada Boeing, dan saya berharap yang terbaik bagi Anda dan keluarga Anda,” tambah dia.

Setelah di tahun 2019, maskapai mengalami kerugian lantaran banyak pesawat yang harus dikandangkan akibat dua kecelakaan dari 737 pesawat Max yang menewaskan 346 orang. Kini Pandemi Covid-19 membuat jumlah pemesanan makin jeblok.

 


  • 0

Data ILO: Satu dari Enam Kaum Muda Berhenti Bekerja Akibat Covid-19

Category : Uncategorized

Merdeka.com – Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan, sebanyak satu dari enam kaum muda berhenti bekerja akibat merebaknya pandemi virus corona (Covid-19). Laporan tersebut juga menyatakan, bagi yang masih bekerja mereka mengalami pemotongan jam kerja sebesar 23 persen.

Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder mengatakan, krisis ekonomi akibat pandemi corona telah menghantam kaum muda, terutama perempuan dengan lebih berat dan cepat dibandingkan kelompok lainnya.

“Jika kita tidak mengambil aksi yang signifikan dan segera untuk memperbaiki situasi mereka, imbas virus ini dapat kita rasakan beberapa dasawarsa ke depan,” ujar dia dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, Kamis (28/5).

“Jika bakat dan energi mereka tidak termanfaatkan dengan baik akibat kurangnya peluang, atau keterampilan ini akan membahayakan masa depan kita semua dan akan semakin sulit untuk membangun kembali perekonomian yang lebih baik pasca Covid-19,” serunya.

Menurut Monitor ILO: Covid-19 dan Dunia Kerja edisi keempat, kaum muda terkena dampak pandemi secara tidak proporsional, serta terjadi peningkatan yang besar dan cepat dalam pengangguran muda sejak Februari 2020. Hal itu lebih banyak berdampak kepada perempuan muda dibandingkan laki-laki muda.

Dalam laporan tersebut, dituliskan bahwa pandemi ini memberikan kejutan tiga kali lebih besar bagi kaum muda. Tidak hanya menghancurkan pekerjaan mereka, tetapi juga mengganggu pendidikan dan pelatihan serta memberikan hambatan besar bagi mereka yang sedang berupaya memasuki pasar kerja atau berpindah pekerjaan.