0 0
Read Time:2 Minute, 26 Second

JAKARTA — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta massa buruh yang mengikuti aksi di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (24/9/2026), tetap menjaga ketertiban dan tidak menutup akses kendaraan masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan Andi Gani saat memimpin massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Dalam orasinya, Andi Gani meminta peserta aksi memberikan ruang bagi masyarakat yang tetap membutuhkan akses jalan, termasuk pengguna transportasi umum.

Ia juga menegaskan bahwa massa buruh tidak akan memaksakan diri menerobos hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Kita tidak akan tembus ke Bundaran HI. Jangan,” tegas Andi Gani dalam orasinya.

Andi Gani menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi. Menurutnya, aksi dengan jumlah massa yang besar tetap dapat berlangsung tanpa harus mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

“Kita harus berikan jalan kepada masyarakat,” ujarnya, sebagaimana diberitakan dalam sejumlah laporan mengenai aksi tersebut.

Sanggup Tembus HI, tetapi Pilih Taat Aturan

Dalam kesempatan tersebut, Andi Gani juga menyampaikan bahwa secara massa buruh memiliki kemampuan untuk bergerak hingga kawasan Bundaran HI. Namun, peserta aksi memilih untuk menaati aturan dan menghormati pengamanan yang telah ditetapkan.

“Kita sanggup menembus HI, tapi kami taat aturan,” kata Andi Gani.

Ia meminta massa menunjukkan bahwa aksi dengan jumlah peserta yang besar tetap dapat berlangsung secara damai, tertib, dan tidak menghambat mobilitas masyarakat.

“Kami perlihatkan dengan massa puluhan ribu kami taat aturan dan kembali ke wilayah masing-masing,” lanjutnya.

Selain meminta agar massa tidak menerobos barikade menuju Bundaran HI, Andi Gani juga mengingatkan peserta aksi agar tidak menghambat jalur TransJakarta serta memberikan akses kepada masyarakat yang membutuhkan jalan.

Sikap tersebut disampaikan di tengah pengamanan aparat kepolisian di sejumlah titik kawasan Sudirman–Thamrin. Pada saat aksi berlangsung, akses dari kawasan Semanggi menuju Bundaran HI sempat mengalami penutupan dan arus lalu lintas di sejumlah ruas sekitar lokasi terdampak.

Aksi Sampaikan Aspirasi Ketenagakerjaan

Aksi KBPBI diikuti massa buruh dari sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan DKI Jakarta. Sebelum bergerak menuju lokasi aksi, massa berkumpul di kawasan Semanggi dan kemudian melakukan pergerakan menuju kawasan Jalan M.H. Thamrin.

Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan sejumlah aspirasi berkaitan dengan pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Aksi juga menjadi ruang bagi organisasi buruh untuk menyampaikan tuntutan dan pandangan mereka kepada pemerintah serta DPR.

Setelah menyampaikan orasi, massa kemudian membubarkan diri secara tertib dan bergerak kembali dari kawasan Thamrin menuju arah Simpang Susun Semanggi.

Bagi Andi Gani, penyampaian aspirasi dan ketertiban publik berjalan beriringan. Massa buruh tetap dapat menyuarakan tuntutannya dengan jumlah besar, namun pada saat yang sama menghormati hak masyarakat lain untuk menggunakan fasilitas dan akses jalan.

Aksi 24 September 2026 tersebut menjadi salah satu rangkaian gerakan buruh dalam mengawal pembahasan regulasi ketenagakerjaan dan menyampaikan aspirasi terkait perlindungan pekerja kepada pemerintah dan DPR.

Sumber utama: Kompas.com — “Andi Gani Minta Demo Buruh Tak Tutup Akses Kendaraan, Kami Tak Akan Tembus”
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By kspsi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *