Lagi Badai PHK, 5 Industri Ini Borong Banyak Pekerja

  • 0

Lagi Badai PHK, 5 Industri Ini Borong Banyak Pekerja

Category : Uncategorized

Jakarta – Selama pandemi virus Corona (COVID-19), jumlah lowongan pekerjaan mengalami penurunan drastis. Salah satu situs pencarian kerja yakni Jobstreet mencatat jumlah lowongan kerja pada April-Mei 2020 menurun signifikan. Jumlahnya hanya 8.000 iklan, turun jauh jika dibandingkan 2019 yang mencapai 30.000 iklan.

Namun, Jobstreet juga mencatat ada lima industri yang masih merekrut tenaga kerja dalam jumlah besar, antara lain:

1. Manufaktur/produksi sebanyak 5.273 lowongan
2. General Trading & Grosir sebanyak 2.703 lowongan
3. Perbankan/Layanan Keuangan 2.497 lowongan
4. Ritel/Merchandise 2.485 lowongan
5. Computer/Information Technology (Software) 2.232 lowongan

Country Manager Jobstreet Indonesia Faridah Lim mengatakan, industri-industri di atas memang masih memiliki tenaga kerja terbanyak selama pandemi. Data tersebut diperoleh dari iklan yang ada di situs Jobstreet.

“Industri-industri berat atau yang masih membutuhkan skala power besar itu masih aktif membuka lowongan dan masih mencari pekerja,” kata Faridah dalam Bincang Virtual Jobstreet, Rabu (7/10/2020).

Di sisi lain, Jobstreet juga mencatat terjadi peningkatan pelamar kerja yang cukup signifikan selama pandemi Corona, bahkan hingga dua kali lipat.

“Dari data kami rata-rata 1 lowongan dicari oleh 400 pencari kerja atau pelamar, selama pandemi terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 800 pelamar per satu posisi, itu dari data rata-rata semua lamaran yang ada di Jobstreet,” terang Faridah.

Hal tersebut juga disebabkan oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi selama pandemi.

Jika dilihat per industri, Jobstreet juga mencatat ada lima industri juga yang sangat diincar masyarakat.

“Dalam 3 bulan terakhir, perusahaan yang paling signifikan mendapatkan jumlah lamaran adalah general trading dan grosir itu meningkat jumlah pelamarnya mencapai 47%. Lalu diikuti oleh transportasi dan logistik itu 36%, manufacturing dan produksi 24%, IT & software itu 18%, FMCG 17%,” papar Faridah.

Menurut survey Jobstreet, peningkatan itu terjadi juga dikarenakan oleh industri-industri tersebut melakukan PHK dalam jumlah besar.

“Industri-industri ini juga mungkin yang secara signifikan melakukan pemutusan hubungan kerja sehingga pencari kerja di industri ini yang kehilangan pekerjaan dan mereka yang pro-aktif melamar. Sehingga kami kaitkan dari sisi Jobstreet, industri inilah yang jumlah pelamarnya yang lebih besar,” tutup Faridah.


Leave a Reply