Pengusaha Buka Alasan Soal Pabrik Hengkang dari Karawang

  • 0

Pengusaha Buka Alasan Soal Pabrik Hengkang dari Karawang

Category : Uncategorized

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri buka suara soal kabar pengusaha di wilayahnya yang memutuskan untuk merelokasi pabrik.

Sepanjang 2019, misalnya, ia mencatat ada 23 pabrik yang hengkang dari Karawang. Mereka pindah ke Jawa Tengah atau wilayah lain di Jawa Barat.

“Saya belum dapat informasi relokasi baru ke Jawa Tengah. Tapi kalau sepanjang 2020 ini saya mencatat baru satu yang pindah, mungkin karena adanya pandemi jadi menahan relokasi. Yang pindah itu PT Panasonic ke Subang,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com Rabu (9/12).

Menurut Fadel, sapaan akrabnya, 70 persen penyebab banyaknya pabrik yang pindah dari Karawang memang upah buruh yang tinggi. Di sisi lain upah tinggi tersebut tak sesuai dengan produktivitas para pekerjanya.

Alhasil banyak pengusaha tak bisa melakukan ekspansi bisnis dan hanya bisa menjalankan operasi seperti biasa. Sementara penyebab lain pabrik-pabrik tersebut pindah adalah ingin mencari tanah yang lebih murah.

“Ada yang relokasi ke seperti Changsin ke Garut dan ke Jateng. Ini untuk perluasan usaha. Ada juga yang mengambil daerah ini karena faktor lahan yang murah,” imbuhnya.

Sedangkan dilihat dari sektornya, kebanyakan pabrik yang pindah bergerak di bidang tekstil sandang kulit (TSK) dan merupakan industri padat karya. “Dampaknya ketika mereka pindah, pengangguran yang bertambah juga banyak,” jelas Fadel.

Seperti diketahui pada 2021, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi.

UMK wilayah yang terkenal sebagai penghasil beras ini naik sebesar 4,4 persen yaitu dari Rp4.594.000 menjadi Rp4.798.312, tertinggi di antara daerah-daerah lain di Indonesia.

Namun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mewanti-wanti tingginya upah yang tak sesuai dengan produktivitas tenaga kerja tersebut dapat menimbulkan gelombang relokasi pabrik meninggalkan Karawang.


Leave a Reply